Bawaslu Jatim Kecam Oknum Caleg yang Pukul Panwascam di Pamekasan

Kompas.com - 05/04/2019, 20:43 WIB
Komisioner Bawaslu Jawa Timur Divisi Pengawasan Aang Khunaifi Dok. Aang KhunaifiKomisioner Bawaslu Jawa Timur Divisi Pengawasan Aang Khunaifi

SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu Provinsi Jawa Timur mengecam tindakan premanisme terhadap ketua dan anggota Panwascam di Kecamatan Waru, Pamekasan, Jawa Timur.

Komisioner Bawaslu Jatim Divisi Pengawasan Aang Khunaifi mengatakan, pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 22.30 WIB, telah terjadi kekerasan fisik dan verbal terhadap Samsul dan Mohammad Tohiruddin, ketua dan anggota Panwascam Waru, Pamekasan.

Pemukulan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu oknum caleg dari Kabupaten Pamekasan. Saat ini, kasus tersebut sudah dilaporkan dan diproses oleh Polres Pamekasan.

Khunaifi menjelaskan, saat itu ketua dan anggota Panwascam Waru tengah melakukan tugas dan fungsinya, yakni melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu yang dianggap melanggar sesuai dengan SK KPU dan peraturan daerah.

Baca juga: Diduga Arahkan Dukungan Capres, Kapolsek di Pamekasan Sudah Diperiksa

Kejadian bermula saat Samsul dan Tohiruddin bersama jajaran lainnya menurunkan APK yang dinilai melanggar aturan.

Namun, kerja panwascam tersebut malah berbuah kekerasan. Oknum caleg datang ke lokasi penurunan APK, lalu memukul Samsul dan mencekal kerah baju Tohiruddin sembari mengintimidasi mereka.

Oknum caleg itu, kata Khunaifi, bukan hanya menggertak, tetapi berlanjut kepada pemukulan Tohiruddin.

"Jadi kami Bawaslu Jatim dan Bawaslu Pamekasan memerintahkan untuk ditindaklanjuti ke pihak keamanan dalam hal ini kepolisian. Sekarang sudah diproses dan sudah diperiksa pihak kepolisian," kata Khunaifi kepada Kompas.com, Jumat (5/5/2019).

Pihaknya mengecam tindakan arogansi seorang caleg yang diusulkan oleh partai politik peserta pemilu karena melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan, baik dari sisi hukum positif maupun dari norma-norma kemasyarakatan.

"Ini tidak dibenarkan. Karena jajaran kami di kecamatan itu murni melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana amanah UU Pemilu 7/2017, bukan karena tidak suka dengan salah satu caleg tertentu," ujar dia.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Keluarga Pasien PDP Covid-19 di Makassar Ngamuk karena Ingin Kebumikan Sendiri Almarhum

Regional
8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

8 dari 10 Pasien Positif Covid-19 di Lamongan Merupakan Peserta Pelatihan Petugas Haji di Surabaya

Regional
UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

UPDATE 5 April: 30 Pasien Positif Covid-19 di Jatim Sembuh, ODP 10.116 Orang

Regional
Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Kisah Penyelamatan Anak Macan Tutul Terjebak di Peternakan Ayam, Kelaparan dan Gigit Sepatu Boots

Regional
Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Kekurangan APD, Perawat Terpaksa Tanyakan Kebutuhan Pasien Covid-19 via Grup WhatsApp

Regional
Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Seorang PDP Corona di Kota Jayapura Papua Meninggal Dunia

Regional
Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Hadapi Puncak Pandemi Covid-19, Kang Emil Resmikan RSUD di Pangandaran Lewat Video Conference

Regional
Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Kisah Perawat Tangani Pasien Covid-19, Dikucilkan karena Dituduh Tularkan Virus, Bahkan Tak Bisa Peluk Anak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

[POPULER NUSANTARA] Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Pembina Pramuka | PDP Hamil Meninggal Usai Keluhkan Layanan RS

Regional
Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Fakta PDP Hamil Meninggal, Sebelumnya Sempat Keluhkan Layanan di RSUD via Facebook

Regional
Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Bubarkan Kerumunan Saat Wabah Corona, Kepala Kampung Malah Kena Jotos, Pelaku Diancam 2 Tahun Penjara

Regional
Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Ini Sederet Alasan Warga di Berbagai Daerah Tolak Pemakaman Jenazah Korban Corona, Apa Saja?

Regional
Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Sudah Direncanakan hingga Ditangkap Polisi

Regional
Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Duduk Perkara Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Berawal dari Menaksir Korban

Regional
Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Sederet Fakta Oknum Pembina Pramuka Bunuh dan Perkosa Siswi SMP, Naksir Korban dan Bohongi Latihan di Tengah Libur Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X