Diduga Aniaya Dua Panwas, Caleg Demokrat Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 06/04/2019, 14:54 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Abdullah Saidi. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ketua Bawaslu Kabupaten Pamekasan, Abdullah Saidi.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Dua Panitia Pengawasan Kecamatan (Panwascam) Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Barat, Samsul dan Mohammad Tohiruddin, diduga dianiaya oleh seorang calon legislatif dari Partai Demokrat.

Caleg berinisial S itu disebut berasal dari daerah pemilihan III meliputi Kecamatan Waru, Kecamatan Pasean dan Kecamatan Batumarmar. 

Dugaan penganiayaan terjadi pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 22.05 WIB di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru.

Baca juga: Kampanye Jokowi-Maruf Via Baliho, Caleg Demokrat Ini Siap Dipecat

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, Abdullah Saidi, menjelaskan, sebelum kejadian, anggota Panwascam Waru melakukan penertiban sejumlah alat peraga kampanye (APK) yang melanggar di Kecamatan Waru, termasuk APK bergambar Samhari.

Ketika penertiban di depan rumah sakit, ada segerombolan orang bersama Samhari mendatangi Panwascam Waru. Tiba-tiba, Samhari marah-marah dan berdebat soal aturan.

"Anggota kami ada yang dianiaya, bahkan diancam dengan senjata tajam. Bahkan ada yang ditarik kerah leher bajunya," tutur Abdullah, Sabtu (6/4/2019). 

Kejadian itu, lanjut dia, langsung dilaporkan ke Polsek Waru atas nama korban Mohammad Tohiruddin dengan bukti surat laporan nomor: STL/5/IV/2019/Polsek.

"Kami sangat menyayangkan tindakan penganiayaan tersebut. Lebih-lebih pelakunya adalah caleg. Seharusnya, jika keberatan atas tindakan anggota kami di lapngan, jangan menggunakan cara-cara premanisme. Tapi menggunakan jalur hukum," ungkap Abdullah.

Baca juga: 7 Nama yang Dinilai Prabowo Layak Jadi Calon Menteri di Kabinetnya

Kepala Sub Bagian Humas Polres Pamekasan, Iptu Nining Dyah mengatakan, laporan anggota Panwascam Waru sudah diproses oleh Polsek Waru. Namun, sampai saat ini terlapor belum diperiksa. Penyidik Polsek Waru baru memeriksa saksi-saksi.

"Sementara ada empat saksi yang sudah diperiksa. Untuk terlapor masih belum. Surat pemanggilan untuk dimintai keterangan akan segera diproses," ungkap Nining saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu pagi.

Sementara itu, S sebagai terlapor belum bisa dihubungi. Beberapa kali telepon selulernya dihubungi sedang tidak aktif.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketegaran Husniati, Ibunda Kembar Siam Anaya-Inaya: 'Saya Ingin Menggendong Mereka Sepuasnya'

Ketegaran Husniati, Ibunda Kembar Siam Anaya-Inaya: "Saya Ingin Menggendong Mereka Sepuasnya"

Regional
Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Empat Bulan Isolasi dan 11 Kali Tes Swab, Pasien Covid-19 di Banyuwangi Dinyatakan Sembuh

Regional
Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Viral, Video Sebuah Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam, Ini Pengakuan Pemilik

Regional
Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Melawan Saat Diperkosa, Sang Guru SD Dibunuh Mantan Murid

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Mengamuk dan Hentikan Pernikahan Anaknya | Viral, Video Wanita Lempar Al Quran

[POPULER NUSANTARA] Ibu Mengamuk dan Hentikan Pernikahan Anaknya | Viral, Video Wanita Lempar Al Quran

Regional
Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Sesama Jenis Ini Ditangkap Polisi, Berawal dari Kepergok Warga

Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Sesama Jenis Ini Ditangkap Polisi, Berawal dari Kepergok Warga

Regional
Kekesalan Chef Arnold karena Tagihan Listrik Capai Rp 10 Juta, Dampak Penghentian Petugas Baca Meter

Kekesalan Chef Arnold karena Tagihan Listrik Capai Rp 10 Juta, Dampak Penghentian Petugas Baca Meter

Regional
Perjalanan Ani Pegawai Bank Jatim, Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Perjalanan Ani Pegawai Bank Jatim, Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 Miliar untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa ke Provinsi Lain oleh Keluarga, Gugus Tugas Kaltim: Potensi Besar Penularan

Jenazah Pasien Covid-19 Dibawa ke Provinsi Lain oleh Keluarga, Gugus Tugas Kaltim: Potensi Besar Penularan

Regional
Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks di Kamar Hotel, 37 Pasangan ABG Diamankan Beserta Kondom dan Obat Kuat

Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks di Kamar Hotel, 37 Pasangan ABG Diamankan Beserta Kondom dan Obat Kuat

Regional
Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Pengasuh Ponpes di Wonogiri dan 6 Keluarganya Positif Covid-19, Bupati: Klaster Pondok Sempon

Regional
Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Miris, Diduga Hendak Rayakan Ulang Tahun dengan Pesta Seks, 37 Pasangan ABG Diamankan di Kamar Hotel

Regional
UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

UPDATE Corona Gunungkidul 10 Juli: Tambah 5 Pasien Positif, 1 Pasien Dinyatakan Sembuh

Regional
Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Jenazah Covid–19 di RS Haji Darjad Samarinda Dimakamkan Pihak Keluarga

Regional
Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Pondok Pesantren Sempon Jadi Klaster Baru Covid-19 di Wonogiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X