Hindari Temuan Situs Purbakala, Tol Pandaan-Malang Digeser 4 Meter

Kompas.com - 05/04/2019, 14:48 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy didampingi Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhamad Said saat mengunjungi temuan situs purbakala di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang, Jumat (5/4/2019) KOMPAS.com / ANDI HARTIKMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy didampingi Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhamad Said saat mengunjungi temuan situs purbakala di lokasi proyek Tol Pandaan-Malang, Jumat (5/4/2019)


MALANG, KOMPAS.com - Proyek pembangunan ruas Tol Pandaan-Malang di lokasi temuan situs purbakala akan digeser sepanjang empat meter ke sisi timur dari area temuan situs. Pergeseran itu untuk menghindari temuan situs purbakala itu.

Pergeseran empat meter ini lebih pendek dari yang direkomendasikan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, yang meminta pembangunan proyek tol digeser sepanjang delapan meter dari area temuan situs.

Kepala BPCB Jawa Timur, Andi Muhamad Said mengatakan, pihak PT Jasar Marga Pandaan Malang selaku pengelola tol meminta pergeseran tidak terlalu panjang ke sisi timur karena berhadapan dengan Sungai Amprong yang curam. Kondisi itu dinilai akan menyebabkan pembengkakan anggaran yang terlalu besar.

Baca juga: Mendikbud Alokasikan Dana Teliti Temuan Situs Purbakala di Tol Pandaan-Malang

"Tebing di sungai itu membutuhkan anggaran sendiri, yang besar sekali kalau bergeser delapan meter," kata Andi, saat mendampingi Mendikbud Muhadjir Effendy, mengunjungi temuan situs, Jumat (5/4/2019).

Karena alasan itu, pihaknya lalu menyetujui negosiasi pergeseran sepanjang empat meter itu. Jarak itu dianggap aman untuk kelestarian situs purbakala yang diperkirakan merupakan bekas bangunan suci masa Kerajaan Singosari abad ke-13.

"Sudah (disetujui). Sudah (jaraknya) cukup," kata dia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mempersilakan pembangunan tol dilanjutkan.

Meskipun belum ada penetapan status terhadap situs itu. Muhadjir menilai, pembangunan tol itu tidak akan mengganggu area situs.

"Tidak mengganggu, kan sudah dibelokkan," kata Muhadjir.

Baca juga: Mulai Diteliti, Temuan Situs Purbakala di Tol Pandaan-Malang

Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang, Agus Purnomo belum merespons terkait perubahan jarak pergeseran itu.

Sementara itu, area ekskavasi situs purbakala mencapai 380 meter persegi. Seluas 201 meter persegi merupakan lahan tol.

Situs purbakala itu masih akan diteliti oleh tim dari Kemendikbud dan Balai Arkeologi Yogyakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Banjir Terjang 2 Kabupaten di Jambi, Jembatan Putus dan 1.000 Rumah Terendam

Regional
Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Pemprov Jabar Buka Layanan Desain dan Cetak Kemasan Gratis bagi IKM

Regional
Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Edhy Prabowo Tersangka, Walkot Solo Setuju Susi Pudjiastuti Kembali Jadi Menteri KP

Regional
Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Dalam Kantong Plastik, Begini Kronologinya

Regional
Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Haru, Nadif Ikuti Wisuda Virtual Seorang Diri di Makam Sang Ayah, Ini Ceritanya

Regional
Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman 'Bird Strike' di Bandara Kualanamu

Deforestasi, Burung Migran dan Ancaman "Bird Strike" di Bandara Kualanamu

Regional
Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Kisah Pilu 2 Nelayan Tersambar Petir Saat Melaut di Atas Kapal, Satu Orang Tewas

Regional
'Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka'

"Kalau Pemerintah Bisa Bagi Vaksin Sebelum Proses Belajar, Kami Setuju KBM Tatap Muka"

Regional
Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Bupati Situbondo Tertular Covid-19, Puluhan Pejabat Lakukan Tes Swab

Regional
Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Mantan Pegawai Bank Bikin Investasi Bodong, Larikan Uang Rp 15 Miliar Milik 15 Korban

Regional
Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Hakim Tolak Eksepsi Wasmad, Sidang Kasus Konser Dangdut Tegal Dilanjutkan

Regional
PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

PSBB di Kabupaten Bogor Diperpanjang, Belajar dari Kasus Acara Rizieq Shihab

Regional
Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Di Yogyakarta, Saluran Irigasi Penuh Sampah Diubah Jadi Habitat Ikan, Hasilkan Rp 48 Juta Per Panen

Regional
Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Korban Terakhir yang Tenggelam di Bendungan Cikanteh Sukabumi Ditemukan

Regional
Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Cerita Ayu, Rekening Ratusan Juta Dikuras Usai Dapat Bonus Pulsa Rp 100.000

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X