Malaysia Deportasi 84 Pekerja Migran asal Indonesia di Entikong

Kompas.com - 05/04/2019, 12:24 WIB
Sebanyak 84 pekerja migran Indonesia antre untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019). dok BP3TKI PontianakSebanyak 84 pekerja migran Indonesia antre untuk melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sebanyak 84 pekerja migran Indonesia bermasalah (PMIB) di Malaysia dideportasi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Kamis (4/4/2019) malam.

Kepulangan PMIB ini dikawal atas kerja sama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak.

Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, mereka didata satu persatu untuk pemeriksaan data penduduk dan kesehatan di kantor Dinas Sosial Kalbar.

Baca juga: Kasus Pembajakan Kapal oleh Migran, Tiga Remaja Terancam Penjara

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, 84 pekerja migran yang terdiri dari 71 pria dan 13 wanita tersebut sebelumnya ditahan di keimigrasian Malaysia, lantaran bekerja tanpa menggunakan paspor, visa dan gaji yang tidak sesuai.

"Intinya, pekerja migran asal Indonesia ini tidak memiliki dokumen lengkap untuk berkerja di Malaysia sehingga ditahan," kata Andi.

Menurut Andi, untuk penanganan pekerja migran ini, BP3TKI berencana menyiapkan semacam tempat rehabilitasi untuk memulihkan kondisi pskilogis warga.

"Ini tentunya, agar setelah kembali ke masyarakat, mereka tidak merasakan trauma untuk bekerja," ujarnya.

Baca juga: Polda Kepri Amankan 37 Pekerja Migran Indonesia yang Masuk Secara Ilegal dari Malaysia

Andi menyebut, sepanjang tahun 2019 ini saja, sudah ada 705 pekerja migran Indonesia yang dipulangkan.

Sebagian besar masalah yang dihadapi adalah tidak adanya kelengkapan dokumen.

Maka dari itu, dia berharap, dengan banyak kasus deportasi ini menjadi pelajaran bagi warga yang ini bekerja di Malaysia untuk melalui prosedur resmi.

Selain itu, perlu adanya peningkatan pengecekan dan pemeriksaan warga negara Indonesia yang akan masuk ke Malaysia.

"Ini adalah upaya untuk mengurangi adanya pekerja migran Indonesia yang bermasalah," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X