Mendag Jamin Harga Bahan Pokok Jelang Pemilu Terkendali

Kompas.com - 04/04/2019, 14:14 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Darurat Pasalaran Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis(4/4/2019). Enggar menjamin harga sembako menjelang Pemilu 2019 akan terkendali. Kompas.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Darurat Pasalaran Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis(4/4/2019). Enggar menjamin harga sembako menjelang Pemilu 2019 akan terkendali.

CIREBON, KOMPAS.comMenteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjamin harga bahan pokok menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April mendatang, terkendali.

Pernyataan itu ditegaskan Enggar, saat melakukan pemantauan harga di Pasar Darurat Pasalaran Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (4/4/2019).

Proses pemantauan harga kebutuhan pokok tersebut didampingi Bupati Cirebon, serta dinas terkait.

“Bupati menyampaikan kepada saya dengan kepala dinas, semua harga terkendali. Memang ada beberapa yang karena musim agak naik sedikit, tetapi secara keseluruhan terutama bahan pokok aman terkendali, dan juga kita bisa lihat, stoknya dalam jumlah yang tidak kurang. Saya melihat dan menyaksikan sendiri, ini terkendali,” kata Enggar. 


Baca juga: Bantah Isu Kenaikan Harga Bahan Pokok, Jokowi Bandingkan Inflasi Saat Ini dengan Akhir Era SBY

Enggar mengakui ada beberapa harga yang sedang naik, terutama sayuran, yang disebabkan faktor cuaca. Dia akan berkoordinasi bersama sejumlah pihak untuk upaya pengendalian. 

Enggar meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu takut dan khawatir. Dia menjamin harga akan terus aman menjelang pemilu bahkan menjelang bulan puasa.

“Sekali lagi, tidak usah dan tidak ada kekhawatiran apapun dalam memasuki dua minggu lagi pesta demokrasi. Semuanya terkendali, aman, tidak ada alasan untuk orang khawatir, memasuki bulan suci ramadhan pun tidak ada persoalan,” jelas Enggar.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Enggar menemui pedagang daging ayam potong yang berada di tengah pasar. Dia melihat kualitas daging serta menanyakan harga ayam kepada pedagang.

Pedagang menyampaikan harga ayam potong saat ini turun dari sekitar Rp 30.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.

Baca juga: Prabowo Janji Turunkan Harga Listrik dan Bahan Pokok

Enggar bergerak ke pedagang sayuran, yang sebagian harganya mengalami kenaikan, salah satunya jenis tomat. Di hadapan Enggar, pedagang menyebut harga tomat saat ini naik hingga Rp 20.000, dari harga normal sekitar Rp 15.000 per kilogram.

Namun, Enggar mendapati harga beras justru sedang turun. Enggar menyebut harga beras premium sedang murah, Rp 8.500 dari bawah harga eceran tertinggi Rp 9.450.

“Bahkan harga beras cenderung turun. Kita lihat bahwa beras yang tadi medium, kualitas bagus, di bawah harga eceran tertinggi (HET) Rp 8.500 dari HET Rp 9.450. Ada juga beras medium yang Rp 9.500 tapi bisa ditawar, artinya dia bisa di bawah HET,” jelas Enggar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kondisi Membaik, Bayi yang Dibuang di Jember Diserahkan ke PSAB

Kondisi Membaik, Bayi yang Dibuang di Jember Diserahkan ke PSAB

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome di Brebes, Diduga Alami Kelainan Seksual

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome di Brebes, Diduga Alami Kelainan Seksual

Regional
Jual Obat Penggugur Kandungan, Penjual Obat Kuat di Madiun Ditangkap

Jual Obat Penggugur Kandungan, Penjual Obat Kuat di Madiun Ditangkap

Regional
Ningsih Tinampi Klarifikasi Ucapannya Soal Datangkan Malaikat

Ningsih Tinampi Klarifikasi Ucapannya Soal Datangkan Malaikat

Regional
Negatif Corona, Mahasiswa Maluku yang Dikarantina Akhirnya Pulang ke Rumah

Negatif Corona, Mahasiswa Maluku yang Dikarantina Akhirnya Pulang ke Rumah

Regional
Seorang Pria di Lampung Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Pria di Lampung Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Puluhan Rumah Warga di Karawang Rusak akibat Terjangan Puting Beliung

Puluhan Rumah Warga di Karawang Rusak akibat Terjangan Puting Beliung

Regional
Tak Dipinjamkan Sepeda Motor, Adik Bakar Rumah Abang Ipar di Aceh Utara

Tak Dipinjamkan Sepeda Motor, Adik Bakar Rumah Abang Ipar di Aceh Utara

Regional
Lewat Jalur Darat, Pengantaran Jenazah Pratu Yanuarius Dikawal hingga Atambua

Lewat Jalur Darat, Pengantaran Jenazah Pratu Yanuarius Dikawal hingga Atambua

Regional
Petugas Lapas Banceuy Bandung Temukan 30 Gram Sabu di Tong Sampah

Petugas Lapas Banceuy Bandung Temukan 30 Gram Sabu di Tong Sampah

Regional
Petani Buat Sayembara untuk Tangkap Pembuang Sampah di Selokan Mataram

Petani Buat Sayembara untuk Tangkap Pembuang Sampah di Selokan Mataram

Regional
Sertu Ikrar, Korban Helikopter MI-17, Dimakamkan di TMP Kota Sorong

Sertu Ikrar, Korban Helikopter MI-17, Dimakamkan di TMP Kota Sorong

Regional
Langka dan Mahal, Pemkab Cilacap Kirim 10.000 Masker untuk Pekerja Migran di Hong Kong

Langka dan Mahal, Pemkab Cilacap Kirim 10.000 Masker untuk Pekerja Migran di Hong Kong

Regional
Wagub Jabar Sebut Pembakaran Kantor Desa di Tasikmalaya Upaya Hilangkan Barang Bukti Dugaan Korupsi

Wagub Jabar Sebut Pembakaran Kantor Desa di Tasikmalaya Upaya Hilangkan Barang Bukti Dugaan Korupsi

Regional
Baru Kumpulkan 10.000 KTP, Calon Perseorangan Pilkada Kabupaten Semarang Berharap Ada Keajaiban

Baru Kumpulkan 10.000 KTP, Calon Perseorangan Pilkada Kabupaten Semarang Berharap Ada Keajaiban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X