Petani Asal Bengkulu Ini Nazar Jalan Kaki 544 Km Jika Jadi Anggota DPD

Kompas.com - 04/04/2019, 14:04 WIB
Caleg DPD nomor urut 24 Dapil Bengkulu bersama motornya saat mengunjungi desa-desa di pedalaman Bengkulu. Ia bernazar akan berjalan sejah 544 km bila terpilih KOMPAS.COM/FIRMANSYAHCaleg DPD nomor urut 24 Dapil Bengkulu bersama motornya saat mengunjungi desa-desa di pedalaman Bengkulu. Ia bernazar akan berjalan sejah 544 km bila terpilih

BENGKULU, KOMPAS.com - Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bengkulu nomor urut 24 Barlian bernazar bila rakyat memberinya amanah menjadi utusan daerah, ia akan berjalan kaki sepanjang 544 kilometer.

"Jalan kaki itu akan ditempuh mulai dari Kabupaten Mukomuko perbatasan dengan Sumatera Barat menuju Kabupaten Kaur berbatasan dengan Provinsi Lampung," ujar Barlian, Kamis (4/4/2019).

Ia menjelaskan, nazar yang dilakukannya bukan hanya sekedar berjalan kaki, namun sekalian menggali dan menampung aspirasi masyarakat Bengkulu secara lebih mendalam sebagai bahan pekerjaannya di Senayan.

"Menyusun kinerja berdasarkan aspirasi bersama," ujarnya.

Baca juga: Kisah Pasutri Jadi Caleg Beda Dukungan Capres, Klaim Kecempret hingga Usung Koalisi Cinta Indonesia

Nazar berjalan kaki itu akan dilakukan sebelum pelantikan. Perjalanan tersebut diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari, dengan melewati 7 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

"Saya ini petani, orang biasa, yang memberanikan diri mengusung aspirasi masyarakat ke senayan. Jadi kalau jalan kaki sudah keseharian saya. Petani di Bengkulu biasa melakukan itu," ujarnya terkekeh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kunjungi 554 Desa dengan Motor

Selama masa kampanye dan sosialisasi di Bengkulu, Barlian telah mengunjungi 554 desa dengan naik motor dan jalan kaki.

"Saya cuma punya motor jadi pakai motor saja, tidak ada tim. Saya jalan sendiri. Untuk desa yang tidal bisa dijangkau motor saya jalan kaki," ceritanya.

Baca juga: Tak Suka Umbar Janji, Caleg Milenial Ini Memilih Tularkan Ilmu Kewirausahaan di Warkop-warkop

Modal untuk kampanye ia dapat dari hasil bertani dan sumbangan beberapa rekannya yang membantu.

"Jadi kalau ada uang saya keliling, kalau tidak ada saya di rumah saja. Sering teman-teman datang beri saya uang untuk bensin motor maka saya keliling lagi," kisahnya.

Ia mengaku tidak bisa memenuhi target mengunjungi semua desa di Bengkulu karena keterbatasan.

"554 desa ini tidak mencapai target karna target awal paling tidak 50 persen dari desa di Bengkulu yang jumlahnya 1520 desa. Tidak tercapainya target karena persoalan waktu, cuaca dan logistik," kata dia.

Barlian juga banyak memiliki kisah suka duka selama bergerak sendiri. Hujan, badai, menginap di rumah warga yang tidak dikenal sudah ia lalukan.

Baca juga: Pemilih Diminta Aktif Dalami Rekam Jejak Caleg

Selama keliling Barlian membawa sejumlah stiker. Siapa saja yang ia temui maka dengan sopan ia memperkenalkan diri.

"Saya perkenalkan diri berikan stiker saya, diskusi, setelah itu saya pindah ke tempat lain begitu saja, kadang bantu petani kalau bertemu di sawah," ujarnya.

Selama mengunjungi 554 desa, Barlian medapatkan kesimpulan tentang Bengkulu yang selalu dianggap miskin.

Menurutnya, Bengkulu miskin pembangunan, miskin perhatian, miskin pengelolaan, miskin inisiatif, dan miskin pengawasan.

Bengkulu bukan miskin seperti disurvei yang katanya daerah termiskin di Sumatera.

"Bengkulu miskin karena ketidakmampuan pemerintah mengelola kekuatan masyarakat petaninya," demikian Barlian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.