Mendagri Nilai Masa Kampanye Pemilu 2019 Terlalu Lama

Kompas.com - 03/04/2019, 08:01 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/Devina HalimMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai, masa kampanye Pemilihan Umum 2019 terlalu lama. 

Seperti diketahui, pada Pemilu 2019, KPU menetapkan masa kampanye selama lima bulan, terhitung sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Sementara itu, kampanye model rapat umum hingga kampanye melaui iklan di media massa ditetapkan selama 21 hari sebelum masa tenang, yakni sejak 24 Maret hingga 13 April nanti.

Mendagri beranggapan, dengan masa kampanye yang relatif lama banyak pengaruh negatif di masyarakat, seperti fitnah, ujaran kebencian, hingga hoaks.

Baca juga: KawalPemilu ingin Ulangi Keberhasilan di Pemilu 2014: Memperkuat Legitimasi KPU

"Iya, saya melihat (masa kampanye) terlalu lama. Nanti mudah-mudahan tahun 2024 akan dipersingkat," kata Tjahjo seusai mengisi kuliah tamu di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Selasa (2/4/2019).

Pada Pemilu 2024 nanti, Kemendagri mengusulkan agar masa kampanye pemilihan presiden ditetapkan hanya satu bulan. Namun, sekali lagi, hal itu akan tergantung pada DPR yang bakal membahas aturan terkait Pemilu.

Menurut Mendagri, pihaknya belum membicarakan soal aturan masa kampanye dengan pihak KPU. Namun demikian, kata Tjahjo, masa kampanye pada Pemilu 2019 tak ada kendala berarti. 

Baca juga: Pastikan Pemilu Sukses, Ini 9 Catatan Mendagri Tjahjo Kumolo

"Toh semua juga lancar ya, enggak ada halangan. Soal ada efek negatif dari kampanye yang berujung pada ujaran kebencian dan fitnah, ya mari kita mengingatkan," ujar Tjahjo.

"Sekarang kan sudah mulai cooling down (hingga) memasuki hari H (pencoblosan) nanti," kata Tjahjo melanjutkan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Perjalanan Pengusaha Warteg Kalahkan Covid-19, Naik Travel dari Depok, Sembuh Diiringi Tabuhan Rebana

Regional
Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Cerita Syarif, Tersesat di Hutan Papua, Makan Buah Biji Anggrek untuk Bertahan

Regional
Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Belajar Toleransi dari Suku Wajor, Pantang Bertengkar Hanya karena Berbeda

Regional
Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Tak Ingin Bebankan Suami, Model Ini Minta Mas Kawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Seorang Kakek Ditangkap karena Jual Ganja, Polisi: Berdiri Saja Tersangka Ini Sudah Tidak Kuat

Regional
'Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru'

"Ada Ibu-ibu Bikin TikTok di Suramadu, Akhirnya Kami Spontan Langsung Meniru"

Regional
Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Melacak Sederet Nama di Dinding Rumah Tersangka Pencabulan 19 Bocah di Sukabumi...

Regional
Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Sudah Janjian, 2 Pasien Covid-19 Kabur Hampir Bersamaan dari Lokasi yang Berbeda

Regional
[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

[POPULER NUSANTARA] Sengketa TNI dan Pemkot Magelang | Ada Apa dengan Suroto?

Regional
Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Sebelum Tiduran 10 Tahun hingga Rambutnya Gimbal dan Jadi Bantal, Begini Sosok Suroto...

Regional
'Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan'

"Sebelumnya Ada Video TikTok di Suramadu, Kok Kelihatan Bagus, Akhirnya Kami Ikut-ikutan"

Regional
'Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit'

"Saya Melihat Darah Begitu Banyak tapi Tak Merasa Sakit"

Regional
3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

3 Wanita yang Main TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Didenda Rp 500.000

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Blitar, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Tiga Wanita yang Joget TikTok di Jembatan Suramadu Minta Maaf, Polisi Beri Sanksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X