Alasan Hakim Hukum Berat Dua Begal Sadis Pemotong Tangan di Makassar

Kompas.com - 02/04/2019, 17:29 WIB
Dua begal sadis pemotong tangan Aco alias Pengkong (kanan) dan Firman alias Emmang (kiri) saat divonis 18 tahun kurungan penjara oleh hakim PN Makassar, Selasa (2/4/2019). Kompas.com/HIMAWAN Dua begal sadis pemotong tangan Aco alias Pengkong (kanan) dan Firman alias Emmang (kiri) saat divonis 18 tahun kurungan penjara oleh hakim PN Makassar, Selasa (2/4/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aco dan Firman, dua pelaku begal sadis pemotong tangan Imran (19) mahasiswa Akademik Teknik Industri Makassar (ATIM) telah divonis 18 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar Sulawesi Selatan, Selasa (2/4/2019). 

Hukuman ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang hanya menuntut terdakwa 17 tahun penjara.

Ketua majelis hakim Bambang Nurcahyono dalam persidangan, memiliki pandangan saat memberikan hukuman berat kepada kedua pelaku begal. Salah satu alasannya ialah karena kedua terdakwa merupakan residivis atau orang yang pernah menjalani hukuman.

"Dengan demikian majelis berpendapat bahwa patut dan layak terhadap terdakwa untuk dijatuhi pidana yang lebih dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum agar menjadi pelajaran terdakwa untuk tidak melakukannya di kemudian hari," kata Bambang, Selasa (2/4/2019).

Baca juga: Dua Begal yang Potong Tangan Korban Dijatuhi Hukuman 18 Tahun Penjara

Selain faktor residivis, perbuatan dua terdakwa juga telah meresahkan masyarakat. Dimana keduanya melakukan perbuatan sadis yang meyebabkan korban mengalami cacat seumur hidup serta mengalami ketakutan dan trauma, hingga hakim berpendapat perbuatan Aco dan Firman memenuhi unsur pasal 365 ayat 4 KUHP.

Hakim juga menolak pleidoi terdakwa yang meminta keringanan hukuman. Sebelumnya, dua pelaku begal ini dalam pleidoinya yang menyebut hukuman 17 tahun yang dituntut Jaksa Penuntut Umum tidak menyebabkan korban meninggal dunia.

Dimana hukuman ini lebih berat dari tindakan kejahatan terhadap nyawa sesuai dalam pasal 338 KUHP yang hukumannya hanya sampai 15 tahun penjara. Namun hakim menolak pembelaan itu karena kedua terdakwa saat melancarkan aksi begalnya dalam keadaan sadar.

"Majelis berpendapat bahwa esensi atau substansi dari pasal 365 ayat 4 KUHP adalah mengancam dengan hukuman berat apabila pencurian tersebut dilakukan dua orang atau lebih secara bersama-sama dengan disertai adanya keadaan yang diatur dalam ayat 2 dan ayat 3 dengan hukuman maksimal hukuman mati, seumur hidup, atau seminimal 20 tahun penjara," kata Bambang.

Baca juga: Dua Begal yang Potong Tangan Mahasiswa Minta Keringanan Hukuman

Sebelumnya, dua pelaku begal sadis, Aco dan Firman melakukan aksinya pada Minggu (25/11/2019) di Jalan Datuk Ribandang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Keduanya saat itu hendak merampas ponsel Irman saat sedang berada di depan rumah temannya.

Namun, karena tak kunjung diberi, kedua begal ini mengejar korban hingga pada akhirnya mengambil barang korban dengan cara menebas tangan korban.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
Kisah Driver Ojol Ditinggal Kabur Pelanggan, Mengantar Purwokerto-Solo hingga Solidaritas Sesama Ojol

Kisah Driver Ojol Ditinggal Kabur Pelanggan, Mengantar Purwokerto-Solo hingga Solidaritas Sesama Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X