Kompas.com - 31/03/2019, 09:35 WIB
Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).  KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOKoordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sebuah diskusi di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, berbagai tuduhan yang menganggap Prabowo membela kelompok khilafah dan akan mengubah Pancasila jika terpilih sebagai presiden merupakan fitnah.

"Ya, isu itu namanya peyoratif (merendahkan atau menghina) sekali terhadap Pak Prabowo. Bahkan, bertentangan dengan fakta," kata Dahnil kepada Kompas.com, Minggu (31/3/2019).

Dahnil menegaskan, Prabowo merupakan mantan prajurit TNI yang sudah bersumpah untuk merawat Pancasila. Bahkan, kata Dahnil, Pancasila sudah dianggap Prabowo sebagai bagian dari nyawanya di medan perang.

"Jadi tuduhan itu peyoratif, fitnah yang bertentangan dengan fakta," kata dia.

Baca juga: BPN: Komitmen Prabowo-Sandiaga Menjaga dan Merawat Pancasila

Dahnil pun menyesalkan tudingan itu tak hanya disampaikan oleh pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, melainkan juga Jokowi dan Ma'ruf sendiri.

"Misalnya, sederhana pidato Pak Jokowi yang menyebutkan di sana (kubu Prabowo-Sandiaga) didukung organisasi yang terakhir (dibubarkan) itu loh. Itu kan disampaikan oleh seorang presiden loh, masa presiden menyampaikan begitu. Walaupun di debat tadi malam beliau mengucapkan hal yang berbeda tadi," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Dahnil, Ma'ruf pernah menyinggung hal serupa bahwa kubu Prabowo-Sandiaga tak akan memertahankan Pancasila dan mendukung khilafah.

Baca juga: BPN Klaim Prabowo Lebih Unggul di Mata Internasional

"Bahkan kan Kiai Ma'ruf juga menyampaikan hal serupa, terkait dengan kalau si ini enggak akan pertahankan Pancasila, sebelah sana yang pro khilafah. Itu capres-cawapres (Jokowi-Ma'ruf) ngomong begitu, gitu loh," kata dia.

Ia menyayangkan hal itu dilakukan. Sebab, Prabowo dan Sandiaga dinilainya tak pernah menuduh Jokowi-Ma'ruf dengan pola tudingan seperti itu.

"Kan enggak pernah sama sekali Pak Prabowo, Bang Sandi menuduh macem-macem terkait apakah di belakang Pak Jokowi misalnya ada tuduhan ada PKI atau enggak. Kan enggak pernah disampaikan itu oleh Pak Prabowo. Karena bagi Pak Prabowo itu enggak pantes memang model seperti itu disampaikan," ujarnya.

Baca juga: Jubir BPN: Prabowo Tak Akan Banyak Offensive dalam Debat Keempat

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.