Bawaslu Temukan 3 Dugaan Pelanggaran Kampanye Prabowo di Makassar

Kompas.com - 28/03/2019, 23:26 WIB
Beberapa bendera yang memperlihatkan lambang Partai Golkar beserta nomor urutnya berkibar saat kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN Beberapa bendera yang memperlihatkan lambang Partai Golkar beserta nomor urutnya berkibar saat kampanye capres nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar telah melakukan investigasi awal terkait dugaan pelanggaran pada kampanye calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karebosi Makassar pada Minggu (24/3/2019) lalu.

Ketua Bawaslu Kota Makassar Nursari saat diwawancara wartawan, Kamis (28/3/2019), mengatakan ada tiga dugaan pelanggaran yang ditemukan Bawaslu saat pelaksanaan kampanye Prabowo di Makassar.

"Kalau dugaan pelanggaran kurang lebih tiga yang kami tindak lanjuti dari investigasi. Yang pertama itu soal penggunaan atribut di luar atribut yang bersangkutan," kata Nursari saat diwawancara wartawan di kantor Bawaslu Makassar, Kamis (28/3/2019).

Nursari mengatakan penggunaan atribut partai lain yang dimaksud ialah bendera Partai Golkar yang notabene merupakan partai pendukung capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf.

Beredarnya atribut ini, kata Nursari, menyalahi PKPU Nomor 33 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum yang melarang peserta kampanye membawa atribut atau tanda gambar yang tidak relevan.

Baca juga: Airlangga Geram Bendera Golkar Dikibarkan di Kampanye Akbar Prabowo

Sementara dua dugaan pelanggaran lainnya di dalam kampanye tersebut ialah adanya peserta kampanye yang belum memiliki hak pilih serta dugaan keikutsertaan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kemungkinan besok kami akan memanggil orang yang dianggap bisa menjelaskan soal dugaan pelanggaran tersebut. Mudah-mudahan kooperatif supaya bisa cepat klir. Yang jelasnya kami akan memanggil paling pertama, tentunya yang paling relevan tentunya dari pelaksana," tambahnya.

Lebih jauh Nursari mengatakan, selain pelanggaran administrasi, temuan ini juga bisa merambah ke ranah pidana. Jika telah masuk ke ranah pidana, maka pihaknya akan membawa kasus ini langsung ke Gakkumdu untuk diproses lebih lanjut.

"Kalau misalnya setelah kami melakukan klarifikasi dan ditemukan alat bukti yang cukup tentunya kewajiban kami akan membawa ke Gakkumdu 24 jam setelah itu. Yang jelas secepatnya. Karena ini sudah mau mendekati hari H (pencoblosan)," pungkasnya.

Sebelumnya, keberadaan bendera Partai Golkar di kampanye akbar Prabowo di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/3/2019) lalu, menjadi polemik.

Sebab, Partai Golkar merupakan pendukung pasangan capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. DPD II Partai Golkar Makassar pun angkat bicara terkait hal ini.

Baca juga: Bendera Partainya Hadir di Kampanye Prabowo, Golkar Bilang Itu Palsu

Ketua Bappilu Golkar Makassar Usman Sofyan menegaskan, bendera Partai Golkar yang ada di kampanye itu palsu. Ia menegaskan bahwa bukti kepalsuan bendera itu karena tidak melalui persetujuan partai.

"Kita sama sekali tidak mengeluarkan bendera, apalagi mencetak khusus. Jadi kami simpulkan bahwa bendera yang ada di kampanye Prabowo tersebut murni palsu," kata Sofyan dalam keterangan resminya, Senin (25/3/2019).

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X