Peluk dan Cium Prabowo, Nenek Irah: Satu Peser Pun Saya Tak Pernah Terima Uang

Kompas.com - 28/03/2019, 15:31 WIB
Sumirah (85) atau yang akrab disapa Papuq Irah yang peluk Prabowo saat kampanye di Mataram.KOMPAS.com/KARNIA SEPTIA Sumirah (85) atau yang akrab disapa Papuq Irah yang peluk Prabowo saat kampanye di Mataram.

MATARAM, KOMPAS.com - Seorang nenek berkerudung hijau yang memeluk dan mencium calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto mendadak menjadi viral.

Kejadian tersebut terjadi saat kampanye calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Lapangan Karang Pule, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Selasa (26/3/2019).

Sumirah (85) nenek yang akrab disapa Papuq Irah mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Prabowo.


Dia menceritakan pengalamannya hadir di kampanye hingga akhirnya bisa memeluk capres Prabowo di atas panggung.

"Memang saya niat (bertemu), dari dulu saya senang dengan Pak Prabowo. Kemarin saya ke kampanye," kata Papuq Irah saat ditemui di tempat tinggalnya, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Prabowo Sebut Sejumlah Nama yang Mungkin Jadi Menterinya

Papuq Irah yang hidup sebatang kara itu menceritakan, dia sempat dilarang oleh para tetangganya ikut serta dalam kampanye capres 02 di Lapangan Karang Pule karena usianya yang sudah tidak muda lagi.

Tetapi, Papuq Irah nekat ikut rombongan pergi ke Lapangan Karang Pule, karena ingin melihat langsung sosok Prabowo.

Dia pun berangkat mengenakan baju kampanye Prabowo dan atribut kampanye.

Tiba di lapangan, orang yang hadir dalam kampanye sudah penuh sesak. Papuq Irah pun nekat menerobos kerumunan orang hingga sampai di depan panggung.

"Belum datang pak Prabowo. Ndak usah ke sana nanti jatuh (kata tetangga Papuq Irah), saya nekat saja. Saya kuat-kuatkan sendiri. Akhirnya orang yang banyak itu, kasih lewat saya sampai di depan panggung," kata Papuq Irah.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Prabowo Subianto yang ditunggu warga datang juga. Papuq Irah pun ikut meneriakkan nama Prabowo seperti warga lainnya.

Usai Prabowo menyampaikan orasinya di depan khalayak, Papuq Irah lalu diangkat ke atas panggung.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X