41 Komodo Dijual, Bupati Manggarai Barat Minta Pengelola Aktifkan Lalin Laut Taman Nasional Komodo

Kompas.com - 28/03/2019, 13:17 WIB
Salah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALSalah satu anak Komodo yang berhasil diselamatkan dari jaringan penjual Satwa Liar

KUPANG, KOMPAS.com - Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dulla meminta pengelola Taman Nasional Komodo (TNK), agar meningkatkan pengawasan dan pemantauan di wilayah itu.

Permintaan Agustinus itu menyusul kasus penangkapan jaringan perdagangan satwa liar di Jawa Timur, yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Agustinus berharap, peristiwa ekstrim terkait penyelundupan komodo tidak lagi terulang. 

"Kepada Petugas TNK diharapkan tingkatkan pengawasan dan pemantauan. Aktifkan lalu lintas laut dengan fokus tempat tertentu yang dipandang rawan," ujar Agustinus, saat dihubungi Kompas.com dari Kupang, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Penjualan 41 Komodo ke Luar Negeri Melalui Facebook

Agustinus mengatakan, jika petugas TNK tidak aktif menggerakan lalu lintas lautnya, akan membuka peluang pencuri untuk memasuki TNK dan bertindak seenaknya.

Terkait kasus penyelundupan komodo di Surabaya, Agustinus menyerahkan sepenuhnya kepada polisi untuk lakukan penyidikan.

Pihak pemerintah daerah Manggarai Barat kata Agustinus, akan melakukan penelusuran kepastian lokasi dan juga komodo yang diselundupkan itu.

Baca juga: 41 Komodo Diselundupkan ke Luar Negeri, 1 Ekor Dijual Rp 500 Juta

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur mengungkap jaringan perdagangan satwa liar yang menyelundupkan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Puluhan komodo dikirim di tiga negara di wilayah Asia Tenggara melalui Singapura.

Polisi telah mengamankan lima ekor bayi komodo di Surabaya dari operasional jaringan tersebut.

Puluhan komodo itu diambil dari Pulau Flores dan sudah melalui beberapa tangan dalam penjualannya dengan harga yang berbeda pula.

Sampai saat ini sudah ada sembilan pelaku yang diamankan polisi dari beberapa kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

"Perdagangan komodo ini lingkupnya internasional, satu ekor komodo bisa dijual dengan harga Rp 500 juta," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur Kombes Akhmad Yusep Gunawan kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X