Jaksa Berencana Hadirkan Saksi Korban dalam Kasus Bahar bin Smith

Kompas.com - 26/03/2019, 15:26 WIB
Kasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali tengah menjelaskan soal rencana menghadirkan saksi korban ke pengadilan dugaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Bahar bin Smith KOMPAS.com/AGIEPERMADIKasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali tengah menjelaskan soal rencana menghadirkan saksi korban ke pengadilan dugaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Bahar bin Smith

BANDUNG, KOMPAS.com - Kejati Jabar telah melayangkan surat kepada CAJ dan MKU, korban penganiayaan yang diduga dilakukan Bahar bin Smith.

Surat pemanggilan ditujukan kepada korban CAJ dan MKU beserta ayah kedua korban untuk hadir menjadi saksi dalam dugaan kasus penganiayaan dengan terdakwa Bahar bin Smith di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kamis (28/3/2019) mendatang.

"Iya, sudah dilayangkan surat pemanggilannya," kata Kasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali di Kejati Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019).

Namun, sampai saat ini pihaknya masih menunggu jawaban keempat saksi tersebut.

"Kami masih tunggu," katanya.

Baca juga: 5 Fakta Sidang Bahar bin Smith, Eksepsi Ditolak hingga Polisi Usut Pernyataan Tentang Jokowi

Dalam persidangan pada Kamis (21/3/2019) lalu, tim kuasa hukum Bahar bin Smith meragukan jaksa penuntut umum (JPU)  bisa menghadirkan saksi korban tersebut.

Meskipun begitu mereka menunggu kesungguhan dari JPU untuk memanggil saksi korban.

"Janjinya dihadirkan korban dan ayah korban, yang melaporkan kan ayah korban, kita lihat apakah jaksa sungguh atau tidak," ujar kuasa hukum Bahar bin Smith Guntur Fatahilah.

Menanggapi hal itu, Abdul mengatakan bahwa pihaknya berpatokan pada prosedur yang berlaku.

"Kami panggil sesuai prosedur yang berlaku," tuturnya.

Kompas TV Habib #Bahar bin #Smith menjalani sidang kedua atas kasus dugaan penganiayaan remaja dengan agenda sidangpembacaan #eksepsi. Dalam eksepsinya, tim pengacara Bahar bin Smith menyatakan, dakwaan jaksa tidak jelas lantaran tidak dijelaskan secara gambling peran terdakwa sehingga seharusnya batal demi hukum. Selain itu, dalam dakwaan tidak dijelaskan secara rinci status para korban apakah anak-anak atau dewasa.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Anggota DPR Sumbangkan Gaji dan Tunjangan 2 Bulan untuk Korban Bencana

Regional
Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Regional
Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X