UNM Serahkan Proses Hukum Oknum Dosennya yang Bunuh Rekan Kerja ke Polisi

Kompas.com - 26/03/2019, 12:42 WIB
Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi


MAKASSAR, KOMPAS.com – Rektorat Universitas Negeri Makassar ( UNM) menyerahkan sepenuhnya proses hukum oknum dosennya yang membunuh rekan kerja sendiri ke pihak kepolisian.

Humas UNM, DR Burhanuddin yang dikonfirmasi, Selasa (26/3/2019) mengatakan, Rektor UNM telah menekankan terkait oknum dosen yang tersangkut kasus pidana, diserahkan proses hukumnya ke aparat penegak hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Namun, untuk pemberian sanksi tegas kepada oknum dosen yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, UNM tetap berpatokan pada pada Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aturan lain yang berlaku.

Baca juga: Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan Seat Belt


“Pihak UNM tidak menyiapkan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, mengingat tersangka telah menyatakan telah menyiapkan sendiri pengacara untuk menghadapi proses hukumnya. Jadi, pihak UNM menyerahkan sepenuhnya kepada yang bersangkutan untuk menghadapi proses hukumnya,” kata dia.

Saat ditanya soal sanksi tegas yang akan diberikan kepada tersangka, Burhanuddin belum bisa memastikannya dan menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Tetap akan diberikan sanksi kepada tersangka yang mengacu pada Pasal 87 UU Nomor 5 tentang ASN. Apapun aturannya di situ, ASN dapat diberhentikan secara hormat atau tidak diberhentikan akibat hukum penjara berdasarkan putusan pengadilan,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Sitti Sulaeha Djafar yang merupakan staf Badan Administrasi dan Umum (BAU) Universitas Negeri Makassar (UNM) ditemukan tewas dengan kondisi tercekik di kursi depan sebelah kiri dalam mobilnya, Jumat (22/3/2019).

Pada tubuh korban Sulaeha yang diketahui merupakan istri Kepala Cabang Dinas Kehutanan Barru, Sukri ini, terdapat tanda-tanda kekerasan di wajah hingga polisi menyimpulkan kasus tersebut adalah kasus pembunuhan.

Baca juga: Diperiksa, Kondisi Kejiwaan Dosen UNM Pembunuh Wanita dengan Seat Belt

Aparat kepolisian Polda Sulsel akhirnya menangkap pelakunya yang merupakan seorang dosen di Universitas Negeri Makassar (UNM). Tersangka Wahyu yang berprofesi sebagai dosen di UNM ini diamankan karena penyelidikan polisi mengerucut padanya.

Tersangka Wahyu pun dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani interogasi dan pemeriksaan.

Wahyu Jayadi diketahui berstatus PNS di UNM sebagai dosen di Fakultas Ilmu Keolahragaan Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Selain itu, dia juga menjabat sebagai kepala UPT KKN UNM.

Wahyu diketahui juga sudah berkeluarga dan istrinya kini berdiam di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Tersangka Wahyu dan korban Sulaeha bertetangga di Perumahan Sabrina Regency, Jalan Manggarupi Kelurahan Paccinnongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X