Kurangi Sampah Plastik, Pegawai Pemkab Trenggalek Wajib Bawa Botol Sendiri

Kompas.com - 21/03/2019, 22:30 WIB
Salah satu aparatur sipil negara (ASN) lingkungan pemerintah kabupaten Trenggalek Jawa Timur, mengisi ulang air ke botol dari Galon yang tersedia di lokasi kegiatan musrenbang (21/03/2019)KOMPAS.com/SLAMET WIDODO Salah satu aparatur sipil negara (ASN) lingkungan pemerintah kabupaten Trenggalek Jawa Timur, mengisi ulang air ke botol dari Galon yang tersedia di lokasi kegiatan musrenbang (21/03/2019)

TRENGGALEK, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini tidak lagi menggunakan air minum kemasan dalam setiap kegiatan.

Para pegawainya diwajibkan membawa botol sendiri dari rumah untuk diisi air dari galon air yang sudah disediakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik.

Kebijakan tersebut diambil oleh pelaksana tugas (Plt) Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin pada saat puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) beberapa waktu lalu di lokasi tempat pembuangan sampah akhir Srabah di Kecamatan Bendungan, Trenggalek.

“Jangan lagi menggunakan air minum dalam kemasan. Beli galon dan sediakan wadah non-plastik biar nuang sendiri. Kalau perlu dibiasakan membawa wadah minum sendiri dari rumah,” kata Arifin ketika memberi sambutan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Srabah, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, belum lama ini.


“Kepedulian sampah jangan hanya seremonial ketika peringatan saja,” imbuhnya.

Baca juga: 551 Kg Sampah Plastik Terkumpul dari Hutan Suaka Kulon Progo

Terlihat, pada kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya.

Di bagian depan tempat regristrasi tamu undangan berjejer rapi galon tempat air minum. Sekitar tujuh galon lengkap dengan dispenser ditaruh di atas meja dan ditutup rapi (21/03/2019).

Ketika tamu undangan yang hadir dalam kegiatan musrenbang yang digelar di salah satu gedung Hotel ternama di Trenggalek, mereka diberi botol minuman aneka warna, dan kemudian diisi air mineral dari galon tersebut.

“Jadi yang kehabisan air tidak repot lagi. Tinggal isi ulang. Dan, botol yang sudah dibagikan pada kegiatan ini bisa dipakai dan dibawa seterusnya,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol pemkab Trenggalek, Triadi Sumoro di lokasi kegiatan Musrenbang.

Kebijakan mengurangi sampah plastik dengan membawa botol pribadi ini tidak hanya untuk kegiatan kedinasan, tetapi juga saat menjalankan aktivitas sehari-hari di lingkungan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“Seluruh instansi pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek, mulai tingkat desa, kecamatan hingga instansi, sudah diberi pengarahan,” kata Triadi Sumoro.

“Untuk penyedia konsumsi (nasi Kotak) di setiap kegiatan kedinasan juga kami sarankan tidak lagi menyertakan air mineral kemasan. Jadi diimbau agar setiap hari membawa botol sendiri dari rumah,” sambung Triadi.

Baca juga: Bersih Sampah di TN Matalawa Sumba, 400 Kg Sampah Plastik Terkumpul

Pemerintah Kabupaten Trenggalek juga berharap, warga turut peduli dengan sampah plastik. Warga diimbau menyediakan wadah yang bisa digunakan berkali-kali, baik untuk kantong belanja maupun tempat minuman. Dengan demikian, sampah plastik bisa berkurang.

“Beliau sudah mengawali (Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin) ke mana-mana selalu bawa botol pribadi untuk air mineral,” pungkas Triadi.




Close Ads X