TKN: Jateng Itu Lumbung Suara Jokowi

Kompas.com - 21/03/2019, 17:02 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Moda Raya Terpadu (MRT), rute dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani dan Wali Kota Bogor Bima Arya.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN/HANDOUT Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjajal Moda Raya Terpadu (MRT), rute dari stasiun Bundaran Hotel Indonesia menuju stasiun Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (19/3/2019). Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmy Diani dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Solo, Her Suprabu mengatakan, pernyataan Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, Sudirman Said soal elektabilitas Jokowi- Ma'ruf di Jawa Tengah (Jateng) melorot dinilai hanya sebatas klaim.

Her mengatakan, Jateng merupakan lumbung suara bagi Jokow-Ma'ruf pada Pilpres 2019.

"Jateng itu lumbung suara Jokowi kok," tuturnya kepada TribunSolo.com, Kamis (21/3/2019)

Her mengatakan, klaim dari Sudirman merupakan strategi yang dipakai BPN Prabowo-Sandi mendekati hari pencoblosan 17 April 2019.


"Kan semua strategi terus digunakan oleh sebelah, termasuk menyampaikan statement suara Jokowi melorot. Sah-sah saja, boleh-boleh aja sih," ujarnya.

Baca juga: Sudirman Said: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di Jateng Melorot Luar Biasa...

Her mangatakan, Jateng merupakan lumbung suara Jokowi yang selama ini sudah terbukti sejak Pilpres 2014.

"Yang pasti kita terus bergerak di bawah untuk terus merapatkan barisan agar suara Jokowi aman," ungkap dia.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyoroti elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jawa Tengah yang terus menurun sejak beberapa bulan terakhir.

Baca juga: Survei Kompas: Jokowi-Maruf 52,6 Persen, Prabowo-Sandi 32,7 Persen

Berdasarkan survei Kompas, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta pada Oktober 2018 mencapai 75,4 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 12,6 persen.

Sementara itu, pada survei Maret 2019, elektabilitas pasangan nomor urut 01 menjadi 61,6 persen dan pasangan nomor urut 02 menjadi 18,4 persen.

“Hari ini Kompas merilis survei Jateng, Jokowi punya target 82 persen, Oktober 75 persen, dan hari ini tinggal 61 persen. Artinya melorotnya luar biasa,” kata Direktur Materi Debat BPN, Sudirman Said saat menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan di Purwokerto, Rabu (20/3/2019) sore.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul : TKN Solo Bantah Elektabilitas Jokowi Melorot di Jateng: Itu Lumbung Suara Jokowi Kok

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X