Viral Video Polisi Diduga Terlibat Acara "Jokowi Yes", Ini Kata Polri-Bawaslu

Kompas.com - 20/03/2019, 13:44 WIB
Warga menyortir dan melipat surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Gedung IPHI Demak, Jumat (15/3/2019)KOMPAS.com/ARI WIDODO Warga menyortir dan melipat surat suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 di Gedung IPHI Demak, Jumat (15/3/2019)

KOMPAS.com - Netralitas kepolisian dalam Pemilihan Presiden 2019 atau Pilpres 2019 kembali menjadi sorotan. Kali ini disebabkan beredarnya video yang menimbulkan dugaan bahwa polisi terlibat sebuah acara dukungan terhadap calon petahana, yaitu Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Video berdurasi 28 detik ini viral di media sosial Twitter. Twit diunggah pada 18 Maret 2019 oleh salah satu akun, serta telah di-retweet lebih dari 3.100 kali dan disukai lebih dari 4.400 akun lainnya.

Video yang terdapat kalimat Jokowi Yes Yes YesTwitter Video yang terdapat kalimat Jokowi Yes Yes Yes
Unggahan tersebut ditonton lebih dari 241.000 akun dan ramai menjadi perbincangan warganet. Terlihat dari lebih dari 600 balasan pada twit tersebut. 

Dalam video ini, terlihat masyarakat sedang berkumpul di sebuah aula terbuka. Seorang petugas berbaju coklat muda dengan celana coklat tua, mirip seperti seragam polisi, berdiri di depan dan membacakan sebuah pernyataan kemudian ditirukan masyarakat yang ada di aula ini.


Berikut narasi penggalan videonya:

"Mengucapkan terima kasih kepada Bapak Joko Widodo yang telah memberikan bantuan sosial. Jokowi Yes Yes Yes".

Baca juga: Wapres Bantah Kenaikan Gaji ASN dan Polri untuk Kepentingan Pilpres

Penjelasan Polri dan Bawaslu

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, video tersebut diambil ketika acara bantuan sosial.

"Itu video giat (kegiatan) Satgas Bantuan Sosial (Bansos) sedang memberikan sosialisasi. Di daerah Simalungun," kata Dedi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/3/2019).

Polri masih mendalami mengenai peristiwa itu. Dedi menjelaskan, Polri telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait penelusuran video viral ini.

"Satgas Bansos kan ada giatnya dari pusat sampai kabupaten. Untuk meng-assesment giat tersebut Bawaslu, kalau memang ada Gar (pelanggaran) pemilunya," ujar dia.

"Bukan Polri tapi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) yang akan meng-assesment peristiwa tersebut. Gakkumdu (penegakan hukum terpadu) yang akan memproses kalau ada Gar atau tindak pidana pemilu," kata Dedi.

Dihubungi secara terpisah, anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran terkait video itu.

"Kami sedang periksa dan melakukan koordinasi dengan Mabes Polri," kata Rahmat Bagja.

Menurut Bagja, acara tersebut berlangsung di Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

"Perkiraannya di Padangsidempuan. Namun masih kita cari exact tempatnya," ujar dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X