Sebagian Jasad Korban Bencana Jayapura Ditemukan di Bawah Kayu dan Lumpur

Kompas.com - 19/03/2019, 21:50 WIB
Warga melintasi di samping jalan yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin (18/3/2019). Akibat banjir bandang yang melanda Sentani sejak Sabtu (16/3) lalu, sedikitnya empat ribu warga mengungsi di sejumlah posko pengungsian. ANTARA/ ZABUR KARURU Warga melintasi di samping jalan yang rusak akibat banjir bandang di Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin (18/3/2019). Akibat banjir bandang yang melanda Sentani sejak Sabtu (16/3) lalu, sedikitnya empat ribu warga mengungsi di sejumlah posko pengungsian.

JAYAPURA, KOMPAS.com – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, korban tewas akibat banjir bandang di Sentani, Jayapura, Papua, rata-rata ditemukan tertimpa kayu dan tertimbun lumpur.

Untuk itu, kepolisian menerjunkan tim K-9 atau anjing pelacak untuk mengendus korban bencana yang sulit ditemukan karena posisinya tertimpa kayu atau di dalam lumpur.

“Jadi tim ke-9 kita tempatkan di titik-titik yang diperkirkan masih terdapat korban yang belum ditemukan, karena banyak material kayu dan lumpur sehingga diharapkan dengan bantuan K-9 tersebut dapat mempercepat proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” kata Kamal, Selasa (19/3/2019) malam.

Kamal mengatakan, anjing pelacak yang diterjunkan berjumlah 15 ekor. Mereka terdiri dari 6 ekor dari Jakarta dan sisanya dari Polda Papua.


Pada hari ini, anjing pelacak berhasil menemukan 15 jenazah korban bencana banjir bandang di Kabupaten Jayapura. 

Baca juga: Anjing Pelacak Polri Temukan 15 Jenazah Korban Banjir Bandang Jayapura

Dit Polairud Polda Papua memperluas pencarian korban banjir bandang di bagian kiri danau Sentani dengan menggunakan longboat milik Polda Papua.

“Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat masih melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang, yakni Jalan Sosial, Kemiri dan Doyo Baru,” katanya.

Banjir bandang yang menerjang Sentani, Jayapura, Papua, mengakibatkan 92 orang meninggal dan 131 oang hilang. Selain itu, bencana tersebut memaksa sekitar 6.000 warga mengungsi.

Baca juga: 33 Jenazah Korban Banjir Bandang di Jayapura Diidentifikasi, Berikut Nama-namanya



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X