Gunung Bromo Meletus 28 Kali, Terjadi Hujan Abu

Kompas.com - 19/03/2019, 14:17 WIB
Gunung Bromo meletus 28 kali dan terjadi hujan abu pada Selasa (19/3/2019). Warga dan wisatawan disarankan pakai masker dan kacamata. KOMPAS.com/A. FAISOL Gunung Bromo meletus 28 kali dan terjadi hujan abu pada Selasa (19/3/2019). Warga dan wisatawan disarankan pakai masker dan kacamata.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengalami letusan sebanyak 28 kali pada Selasa (19/3/2019). Akibatnya terjadi hujan abu vulkanik.

Status Gunung Bromo tidak ada peningkatan, tetap waspada. Namun wisatawan disarankan untuk menggunakan masker dan kacamata karena abu vulaknik sangat pekat.

Arifandi, wisatawan lokal yang berkunjung ke Bromo menceritakan bahwa abu pekat akibat letusan kecil Gunung Bromo sangat pekat.

"Terjadi hujan abu vulkanik. Ini motor saya mandi abu. Untung saya pakai masker. Wisatawan gunung Bromo tetap bisa berlibur, asalkan tidak mendekat 1 km dari bibir kawah," katanya.

Baca juga: Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Tidak Panik

Akibat hujan abu yang kembali mengguyur kawasan gunung Bromo, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi meminta warga sekitar mengenakan masker dan kaca mata.

“Warga harus pakai masker dan kaca mata untuk menghidari iritasi di bagian pernafasan dan bagian mata. Kandungan silika pada abu gunung berapi sangat berbahaya," jelas Anggit.

Anggit menambahkan, erupsi gunung Bromo masih level II dan belum ada peningkatan status.

“Hujan abu Bromo sudah dianggap biasa oleh warga Tengger. BPBD terus memantau situasi dan menerapkan mitigasi bencana. Bantuan masker sudah disebar," tambahnya.

Baca juga: Bandara Abdulrachman Saleh Tidak Terdampak Erupsi Gunung Bromo

Menurut petugas BMKG Wahyu Hendra Kusuma warga di sekitar Bromo dan pengujunga serta pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif.

"Dari Senin (18/3/2019) malam hingga Selasa pagi sudah meletus sebanyak 28 kali dengan ketinggian asap mencapai 1.300 meter dari bibir kawah," jelasnya.

Gempa letusan terekam dengan amplitudo maksimum 25– 34 milimeter dengan durasi 47 hingga 57 detik.

Gempa tremor terus menerus terjadi dengan ampilitudo didominasi 2 milimeter yang sebelumnya hanya di dominasi 1 mili meter saja.

Material yang dikeluarkan berupa material abu vulkanik dan mengarah ke arah barat atau kawasan Malang, sedangkan material pasir hanya jatuh di sekitar kawah saja. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X