Meski Capek usai Debat Cawapres, Ma’ruf Amin Tetap Hadiri Harlah NU di Gresik

Kompas.com - 18/03/2019, 15:25 WIB
Cawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin (tengah) saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019). KOMPAS.com / HAMZAHCawapres nomor urut 01, KH Maruf Amin (tengah) saat menghadiri peringatan Harlah NU ke-93 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019).

GRESIK, KOMPAS.com – Usai menghadiri debat kandidat calon wakil presiden (cawapres) pada Minggu (17/3/2019) malam, Cawapres 01 KH Ma’ruf Amin datang ke Gresik untuk menghadiri peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Senin (18/3/2019).

Ma’ruf mengatakan ia memang dalam kondisi kecapekan usai menghadiri debat cawapres Minggu malam. Namun, dia tetap menghadiri peringatan Harlah NU di Gresik lantaran tidak ingin mengecewakan pihak yang mengundang.

“Saya memang capek, tadi malam masih debat. Tapi kalau kader NU, kalau NU memerlukan, saya harus siap hadir memenuhi undangan,” ujar Ma’ruf berpidato di hadapan ribuan kader NU yang hadir di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin.

“Apalagi NU Gresik. Kenapa? Karena saya yakin di Gresik pasangan Jokowi (Joko Widodo)-Ma’ruf Amin akan menang dengan telak,” ucap Ma’ruf yang kemudian disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Baca juga: Maruf Amin: Kalau Ada Orang NU Tak Pilih Kader NU, Innalillahi...

Terlebih sebagai kader NU, Ma’ruf juga merasa berkepentingan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman perpecahan.

“Kita sebagai orang NU memang selalu menjaga NKRI. Dengan cara melakukan pengawalan, dengan cara-cara istigasah, berdoa kepada Allah supaya NKRI tetap dijaga. Karena ada orang yang mengatakan NKRI akan bubar, boleh apa tidak? Tidak boleh bubar dan tidak akan bubar,” kata dia.

Ma’ruf juga menyebut bahwa kabar mengenai punahnya NKRI merupakan berita yang tidak benar (hoaks). Bahkan ia mengibaratkan, kata-kata punah tidak sepantasnya karena itu layaknya hewan dinosaurus.

“Ada yang mengatakan NKRI akan punah, NKRI tidak akan punah dan tidak boleh punah,” tegas Ma’ruf.

“Memangnya dinosaurus apa, kok punah. Karena bagi kita, NKRI harga mati,” ucap Ma’ruf yang lagi-lagi disambut tepuk tangan para hadirin.

Baca juga: Maruf Amin Sampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Ibunda Abdul Somad

Di hadapan kader NU yang memadati stadion Gelora Joko Samudro, Ma’ruf berjanji dan mengajak para hadirin untuk mengawal keutuhan NKRI supaya tidak terjadi perpecahan, apalagi dalam waktu seperti ini di tengah banyaknya kabar hoaks dan fitnah.

“Inilah masalahnya, untuk itu kita kawal terus jangan sampai NKRI pecah,” kata dia.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X