Ganjar Pastikan Apel Kebangsaan Tetap Digelar meski Habiskan Rp 18 M

Kompas.com - 16/03/2019, 14:32 WIB
Ganjar Pranowo bersama Slank saat konfernsi pers menjelang apel kebangsaan, Sabtu (16/3/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINGanjar Pranowo bersama Slank saat konfernsi pers menjelang apel kebangsaan, Sabtu (16/3/2019)


SEMARANG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan, acara Apel Kebangsaan pada Minggu (17/3/2019) tetap digelar meski diwarnai sejumlah kritik.

Kritik yang mencuat ialah anggaran jumbo untuk apel yang mencapai Rp 18 miliar dan dugaan adanya kampanye terselubung.

Ganjar mengaku berterima kasih atas kritik masyarakat sembari mengajak para pengkritik mengikuti kegiatan Minggu besok.

"Enggak apa-apa, orang tidak semuanya setuju, Jateng itu terbuka," kata pria 50 tahun ini seusia konferensi pers bersama Slank di Semarang, Sabtu (16/3/2019) siang tadi.

Baca juga: 5 Fakta Polemik Apel Kebangsaan Rp 18 Miliar, Tudingan Hamburkan Uang Rakyat hingga Diawasi Bawaslu

Dikatakan Ganjar, mereka yang tidak sepakat terkait kegiatan juga telah diundang untuk datang. Mereka diminta untuk duduk bersama tanpa ada rasa curiga terlebih dahulu.

"Saya inginnya duduk bareng, jangan curiga dulu," katanya.

Dalam kegiatan itu, selain tamu undangan, semua unsur di pemerintahan akan hadir, termasuk dari pihak legislatif. Ia ingin di panggung, semua bisa berjabat tangan tanpa ada masalah yang diributkan.

Sementara soal alokasi anggaran yang besar, itu telah melalui prosedur yang cukup panjang. Ia menampik jika kegiatan ini mendadak.

"Planing-nya lama dan e-budgeting sudah lama. Kalau mendadak, tidak mungkin bisa masuk. Kalau dadakan, publik enggak bisa mengecek," katanya.

Cek kesiapan

Sebelum konferensi pers, Ganjar meninjau langsung persiapan apel. Dia menyusuri bagian-bagian tempat penting hingga berdialog dengan aparat keamanan.

Kepada petugas, Ganjar meminta agar fasilitas umum dan taman di lokasi dijaga, jangan diinjak peserta hingga rusak. Kemudian petugas keamanan juga diminta mengingatkan peserta yang membawa atribut partai politik agar melepaskannya.

"Tidak ada fasum rusak, sampah. Ini kesenangan dan bersama mencintai bangsa dengan setulusnya. Dilarang pakai atribut parpol apa pun, atribut capres, jangan sampai dimobilisasi," katanya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Penganggurann Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta 'Saranghae' hingga 2,5 Tahun Menunggu

Ini Reaksi Umar Patek Saat Istrinya Resmi Jadi WNI, Tanda Cinta "Saranghae" hingga 2,5 Tahun Menunggu

Regional
Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Akhir Perjalanan SN, Pelaku Pelemparan Sperma dan Begal Payudara di Tasikmalaya

Regional
Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Aniaya Petugas Kebersihan, 4 Pemuda Mabuk Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X