Sudirman Said Ingatkan "Apel Kebangsaan" di Semarang Tidak Disusupi Agenda Kampanye

Kompas.com - 14/03/2019, 15:58 WIB
Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat konferensi pers di Semarang, Kamis (14/3/2019).KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat konferensi pers di Semarang, Kamis (14/3/2019).


SEMARANG, KOMPAS.com - Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengingatkan pemerintah daerah setempat tidak menggunakan acara tersebut sebagai ajang kampanye.

Menurut BPN, mendatangkan ratusan ribu orang dalam waktu menjelang pemilihan perlu dicermati secara seksama.

"Apel siaga besar-besaran juga warning, agar hati-hati," kata Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, saat konferensi pers di Posko Pamularsih, Semarang, Kamis (14/3/2019).

Mantan calon Gubernur Jateng ini menilai, upaya pengerahan massa di waktu menjelang pemilihan berpotensi untuk terjadi pelanggaran netralitas.


Ia meminta agar semua pihak tidak menjadikan acara itu disisipi materi-materi kampanye salah satu pasangan calon.

"Kami belum tahu. Tapi pengerahan ASN, perangkat negara di akhir kampanye itu perlu dilihat dengan cermat," ucap mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini.

Baca juga: Survei Internal BPN Prabowo-Sandiaga Unggul, Begini Cara Surveinya

"Kalau kampanye, sumbernya harus dari calon dan jangan dari APBD. Itu tolong nanti dicek. Mudah-mudahan tidak terjadi pelanggaran netralitas," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Sudirman juga mengingatkan penyelenggara negara agar memfasilitasi dinamika politik secara netral. Mereka diminta tidak memihak salah satu pasangan calon.

"Minggu lalu, dari statement Bawaslu, Jawa Tengah rawan pelanggaran netralitas ASN, dan Jateng itu paling tinggi. Bawaslu mencatat ada 165 pelanggaran tidak netral, 65 diantaranya dari Jateng," tambahnya.

"Itu seperti konfirmasi tindakan gubernur kumpulkan 31 kepala daerah yang sampaikan dukungan calon. Ini warning," tandasnya.

Apel kebangsaan sendiri digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang rencananya digelar pada Minggu (17/3/2019). Apel kebangsaan ditujukan untuk mengibarkan semangat naisonalisme.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat akan hadir, berikut pimpinan forkominda Jawa Tengah, pimpinan TNI dan Polri, serta 130 ribu masyarakat.

" Apel Kebangsaan ini melibatkan seluruh komponen yang ada di Jateng, seperti santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel," ucap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah Achmad Rofai, dalam kesempatan sebelumnya.

"Tidak ada atribut yang berkaitan dengan pilpres atau pileg, yang ada hanya merah putih. Semua nanti pakai ikat kepala merah putih. Ini hanya kebetulan saja pelaksanaannya mendekati pemilu, tapi tidak ada kaitannya," pungkasnya. 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X