Kapal Pesiar yang Karam Bersama 5 Turis Sempat Dilarang Lewati Laut Banda

Kompas.com - 14/03/2019, 14:31 WIB
Kepala Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, Hery Suryono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pelabuhan Ambon, Kamis (14/3/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, Hery Suryono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pelabuhan Ambon, Kamis (14/3/2019)

AMBON, KOMPAS.com - Kapal Pesiar Mersia yang mengangkut lima turis asing dari berbagai negara sempat dihantam gelombang tinggi sebelum akhirnya tenggelam di perairan Laut Banda, Kamis (14/3/2019).

Kepala Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ambon, Hery Suryono kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Ambon mengatakan, kapal tersebut tenggelam setelah dihantam tinggi gelombang setinggi 2,5 meter di perairan Laut Banda.

“Tinggi gelombang mencapai 2,5 meter dan gelombang itu hingga masuk ke dalam kapal,” kata Hery kepada wartawan di Pelabuhan Ambon.

Dia menyebut, berdasarkan informasi yang didapat dari agen perjalanan, kapal tersebut sempat dilarang melintasi perairan Pulau Banda dengan alasan kondisi cuaca. Namun juru mudi Kapal Mersia tetap melewati jalur tersebut.


“Sebelumnya agen perjalanan telah melarang agar kapal tidak melintasi Laut Banda tapi kapalnya terus lewat,” katanya.

Baca juga: Seluruh Penumpang Kapal Pesiar yang Tenggelam di Laut Banda Ditemukan Selamat

Senada, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Ambon, Andhy Johanes mengatakan, kondisi cuaca buruk menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan laut.

"Cuaca laut buruk saat itu, dan saat kapal tenggelam, kondisi gelombang mencapai 2,5 meter,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kapal Pesiar Mersia bertolak dari Pelabuhan Tulehu menuju Pulau Banda pada Rabu malam sekitar pukul 19.00 WIT.

Namun dalam pelayaran tepatnya di bagian Selatan Pulau Ambon, mesin kapal mengalami gangguan dan akhirnya kapal tersebut terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam di Laut Banda.

Kapal tersebut mengangkut 14 penumpang serta juru mudi dan anak buah kapal (ABK) serta seorang pemandu wisata bernama Andi Nasir Hamdin.

Baca juga: Kapal Pesiar yang Ditumpangi 5 Turis Asing Tenggelam di Laut Banda

Adapun lima turis asing yang berada di dalam kapal tersebut, yakni Jean Claude asal Netherland, Marinda Edison asal Filipina, Mohammed Hasasan dan Edwin Josse Bisslik asal Qatar dan Antoni Albert Aubrey Republic of Seychelles, Afrika Utara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan

Regional
Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X