Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Kompas.com - 12/03/2019, 08:54 WIB
Suasana Gunung Merapi yang terlihat dari obyek wisata Kali Talang, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi untuk dijadikan tempat wisata seperti gardu pandang Gunung Merapi untuk meningkatkan potensi wisata lokal yang dapat menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat. ANTARA FOTO/ALOYSIUS JAROT NUGROSuasana Gunung Merapi yang terlihat dari obyek wisata Kali Talang, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (19/12/2018). Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi untuk dijadikan tempat wisata seperti gardu pandang Gunung Merapi untuk meningkatkan potensi wisata lokal yang dapat menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas dengan jarak luncur 1.500 meter pada Selasa (12/3/2019) pukul 04.56 WIB. 

Luncuran awan panas ini masih dalam jarak aman yang direkomendasikan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG) Yogyakarta

Hal itu disampaikan Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida dalam laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 12 Maret 2019 periode 00:00 WIB -06:00 WIB. Selama periode itu, luncuran awan panas di Gunung Merapi hanya tercatat terjadi satu kali. 

BPPTKG Yogyakarta mencatat durasi luncuran awan panas tersebut selama 150 detik. Luncuran awan panas mengarah ke Hulu Kali Gendol.


Baca juga: Hoaks Sepekan, Erupsi Merapi hingga Jokowi Hapus Pendidikan Islam

"Awanpanas masih dalam jarak aman rekomendasi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang," kata Hanik, Selasa.

Selain mencatat luncuran awan panas, BPPTKG Yogyakarta juga mencatat enam kali guguran lava pijar pada periode Selasa, pukul 00:00 WIB hingga 06:00 WIB. 

"Dari CCTV teramati guguran lava pijar sebanyak enam kali ke arah kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter," kata Hanik.

Sampai saat ini BPPTKG Yogyakarta masih menentapkan Gunung Merapi pada status Waspada (level 2).

Baca juga: Pukul 10.17 WIB, Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas

BPPTKG Yogyakarta mengimbau penghentian kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

BPPTKG Yogyakarta juga mengimbau agar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Nenek Tidur di Pangkuan Kakek Saat Naik Prameks, 57 Tahun Menikah dan Tak Pernah Terpisahkan

Regional
Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Dosen Pencuri iPhone 11 di Kupang Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Perahu Terbalik, Tujuh Pelajar Tenggelam, Satu Tewas

Regional
Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Tak Punya Lubang Anus, Bayi Ini Buang Air Lewat Lubang Buatan di Perut

Regional
Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Pengungsi Banjir Bandang Butuh Selimut, Makanan, Tikar dan Air bersih

Regional
Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Gibran Daftar Lewat DPD PDI-P Jateng, Rudy Enggan Komentar: Tugas Saya Sudah Selesai

Regional
Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Banjir di Kampar Meluas, Rendam Rumah Warga di Tiga Kecamatan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Digugat Eropa, Jokowi Siapkan Pengacara Terbaik | Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bengkulu

Regional
5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

5 Fakta Gibran Daftar Pilkada Solo, Pilih Kamis Legi hingga Janji Sejahterakan Warga Solo

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X