Kompas.com - 08/03/2019, 19:56 WIB
Plt. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin Mengevakuasi orang lansia dengan cara digendong menuju ke tempat yang lebih aman, yang berada di desa Kranding Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. KOMPAS.com/SLAMET WIDODOPlt. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin Mengevakuasi orang lansia dengan cara digendong menuju ke tempat yang lebih aman, yang berada di desa Kranding Kabupaten Trenggalek Jawa Timur.

TRENGGALEK, KOMPAS.com - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengutamakan kepastian logistik bisa terdistribusi ke lokasi-lokasi terdampak bencana. Besar kemungkinan pada hari pertama banjir masyarakat terdampak musibah tersebut belum mempersiapkan kebutuhan makanan hingga beberapa hari ke depan.

"Kami bagi beberapa dapur umum dan makanan siap saji. Yang cepet saja dulu supaya warga bisa sarapan," kata Nur Arifin di lokasi banjir, Jumat (8/3/2019).

Menurut dia, kondisi ketinggian banjir sudah surut. Namun demikian, dia juga mendapatkan laporan bahwa masih ada beberapa titik yang ketinggian airnya cukup dalam. Untuk itu pihaknya masih terus memantau beberapa wilayah tersebut dan memastikan kondisi masyarakatnya.

"Ada yang terkena longsor juga, termasuk memantau wilayah sampai yang paling jauh di wilayah Panggul," ujar Nur Arifin.

Nur Arifin mengatakan untuk sementara ini pihaknya masih belum memiliki rencana penanganan atau antisipasi jangka panjang terkait musibah banjir di Trenggalek. Dia berharap keberadaan bendungan besar yakni tugu dan bagong nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pengendali banjir.

Selain itu, pihaknya juga akan mengkaji keberadaan tempat-tempat penampungan air. Harapannya, luapan air dari sungai besar tidak langsung ke permukiman warga melainkan masuk ke dalam bunker atau penampungan tersebut.

"Kalau debit sudah surut, air tersebut bisa diolah menjadi air layak konsumsi. Tapi, ini memang  masih sekadar konsep. Kita lihat nanti apa penyebab banjir yang selama ini terjadi,” terangnya.

Seingat Nur Arifin, tidak setiap tahun banjir melanda kota keripik tempe itu. Dia belum bisa memastikan penyebab banjir tersebut, baik akibat curah hujan atau memang ada persoalan dengan pengairan yang harus lebih ditingkatkan.

Terkait musibah banjir tersebut pihaknya akan bersurat kepada gubernur agar diteruskan kepada pemerintah pusat. Menurut dia hal itu penting, karena ada harapan daerah kepada pemerintah provinsi untuk membantu pemulihan dampak bencana.

"Misalnya infrastruktur, bantuan makanan dan yang lain-lainnya. Kami juga membuka diri bagi relawan yang ingin berampati kepada para korban bencana alam," katanya.

Pihaknya bersyukur dampak banjir tidak begitu besar. Sejumlah komoditas pertanian diyakini masih bisa panen, begitu juga aktivitas perkantoran bisa berjalan lancar mulai hari ini. Tidak ada arsip atau dokumen yang terdampak musibah banjir.

"Kebetulan hari ini libur, bisa dibersikan, besok tetap bisa dilakukan pelayanan," paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X