Kebun Sagu Warga Desa Binaan BRG di Kepulauan Meranti Terbakar

Kompas.com - 07/03/2019, 16:43 WIB
Pendinginan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sokop, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (7/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGPendinginan lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sokop, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Kamis (7/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebun sagu milik warga di dua desa binaan Badan Restorasi Gambut (BRG) di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terbakar akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal ini disebutkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti Edy Afrizal dalam perbincangan dengan Kompas.com, Kamis (7/3/2019).

"Desa binaan BRG yang terbakar, itu Desa Lukun dan Desa Tanjung Peranap. Itu ditandai dengan adanya sekat-sekat kanal yang dibangun oleh BRG. Itu yang kita lihat di lapangan," kata Edy.

Menurut dia, kebakaran lahan dan kebun sagu di dua desa tersebut cukup parah. Kebakaran terjadi selama dua pekan.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Kepulauan Meranti Diselimuti Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Hingga sampai saat ini, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan lokasi kebakaran.

"Yang terbakar awalnya hutan dan lahan, kemudian berimbas ke kebun sagu. Kebun sagu milik masyarakat, desanya saja yang binaan BRG. Luasnya sekitar 20 hektar," kata Edy.

Menurut dia, sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan. Namun, tim BPBD Kepulauan Meranti masih melakukan pendinginan di lokasi.

"Pendingin hari ini masih kita lakukan. Karena kalau kita tinggal, dikhawatirkan api di dalam gambut kembali menyala di permukaan. Terus kita pantau, meski akses ke sana sulit," ucap Edy.

Ia mengakui, pemadaman dan pendinginan api di tanah gambut sulit dilakukan. Apalagi, saat cuaca panas dan angin kencang bertiup.

Selain itu, sumber air sangat sulit didapatkan. Bahkan, kata dia, petugas harus menggali kanal-kanal yang masih ada air.

"Kita juga terkendala dengan selang air. Kalau mesin cukup. Kalau selang kan harus panjang, karena titik api cukup jauh untuk dijangkau," kata Edy.

Baca juga: Asa Pedagang Blok A Mencari Harta di Puing-puing Sisa Kebakaran...

Selain itu, ia menyebut pendinginan lokasi kebakaran hutan dan lahan sedang dilakukan di Desa Sokop dan Desa Tebun, Kecamatan Rangsang.

Lokasi kebakaran di wilayah ini, kata Edy, bersebelahan dengan kantor PT Sumatera Riang Lestari (RSL).

Dengan demikian, pemadaman dan pendinginan dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Kasus Meningkat, RSUD Jombang Over Kapasitas Pasien Covid-19

Regional
Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Dipecat karena Korupsi, Mantan PNS Dalangi Penipuan Pembangunan Rumah Duafa dari Penjara, Ini Ceritanya

Regional
Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Diduga Keracunan AC Mobil, Seorang Ibu Tewas dan 2 Anaknya Kritis

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Ridwan Kamil Sebut Jabar Diprediksi Mengalami Krisis Pangan pada 2021

Regional
Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Kronologi Ditemukan 238 Kasus Positif di Politeknik Transportasi Darat, Berkumpul untuk Kegiatan Pengenalan Kampus

Regional
Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Terjadi Kerumunan Pertandingan Sepak Bola, Polda Banten Evaluasi Bawahan

Regional
Kronologi 2 'Speedboat' Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Kronologi 2 "Speedboat" Tabrakan di Sungai Lalan, Keluar Jalur dan Satu Penumpang Tewas

Regional
Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Mayat Perempuan di Fondasi Rumah, Diduga Diracun Potasium dan Tinggal Kerangka

Regional
Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Pecat Pegawai yang Tertangkap Bawa Ganja Saat Patroli, Jasa Marga: Tak Ada Toleransi!

Regional
Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Debit Sungai Serayu Tinggi, Kapal Ponton Seberat 20 Ton Hanyut, Sempat Tersangkut di Bendungan

Regional
7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

7 Tahun Jadi Misteri, Kasus Mayat Perempuan di Kebun Salak Sleman Akhirnya Terungkap

Regional
Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Banjir Sungai Serayu, Ribuan Rumah Terendam, Warga Diungsikan

Regional
Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Jelang Debat Gibran dan Bajo Putaran Kedua Nanti Malam, Ini 4 Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Polisi Panggil Panitia Turnamen Sepak Bola yang Timbulkan Kerumunan

Regional
238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X