Sejumlah Wilayah di Kepulauan Meranti Diselimuti Kabut Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

Kompas.com - 07/03/2019, 10:34 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilanda kabut asap, Rabu (6/3/2019). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengakibatkan wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dilanda kabut asap, Rabu (6/3/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (7/3/2019).

Petugas gabungan tengah melakukan upaya pemadaman sejumlah titik api.

"Kabut asap baru pagi ini yang cukup parah," kata Kepala BPBD Meranti Edy Afrizal saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis.

Dia mengatakan, ada tiga titik lokasi karhutla di Kepulauan Meranti yang sedang dilakukan pemadaman dan pendinginan.

Lokasi yang terbakar terdapat kebun sagu, karet, dan semak belukar.

Baca juga: Ratusan Hektar Kebun Sagu, Karet dan Kelapa di Meranti Terbakar Akibat Karhutla

"Tiga titik kebakaran di Desa Tebun dan Desa Sokop Kecamatan Rangsang Pesisir Desa Sokop, kemudian di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur," kata Edy.

Menurut dia, beberapa hari yang lalu, semua titik api sudah dikuasai. Namun, hari ini titik api kembali muncul.

"Kemarin 90 persen api sudah berhasil kita padamkan. Tinggal pendinginan. Tapi lantaran cuaca panas dan angin kencang, titip api muncul lagi," ujar Edy.

Oleh karena itu, tim gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, Manggala, dan masyarakat melanjutkan upaya pemadaman.

"Di sini kan tanah gambut. Kedalamannya dua sampai tiga meter. Jadi di dalam gambut masih ada api," kata dia.

Baca juga: Karhutla di Kepulauan Meranti, Rumah Warga Dikepung Api

Edy mengatakan, petugas terpaksa menggali parit untuk mendapatkana air karena di lokasi kebakaran hutan dan lahan sumber air sangat terbatas.

"Salah satu kesulitan kami di lapangan, yaitu sumber air," ujar Edy.

Untuk jumlah luas lahan yang terbakar di Kepulauan Meranti, hingga pekan kedua Maret ini sudah mencapai ratusan hektar.

Dari pantauan Kompas.com, kabut asap menyelimuti Selat Panjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti. Kabut asap makin parah dibandingkan sehari sebelumnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Diburu Selama 55 Hari, Pembakar Ningsih, Wanita Asal Kulon Progo Akhirnya Ditangkap

Regional
Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Irwan, Petani Lulusan S2 Ciptakan Media Tanam dari Popok Bayi, Ini Kelebihannya

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemeriksaan di Perbatasan Sulbar-Sulteng Diperketat

Regional
Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas Guguran Setinggi 1.500 Meter

Regional
4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

4 Pria Perkosa Remaja di Bawah Umur, 2 Pelaku Ditangkap

Regional
Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Jenazah Santri yang Hilang Saat Tolong Teman Tenggelam Ditemukan

Regional
Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Libur Panjang, Kebun Raya Cibodas Mulai Diserbu Wisatawan

Regional
Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Libur Panjang, Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Naik Kereta Api

Regional
Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Kasus AWK, Anggota DPD RI yang Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali, Mengaku Telah Baca Kitab Suci

Regional
Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Libur Panjang, Wisatawan Candi Borobudur Jalani Rapid Test Acak

Regional
Tol Jakarta-Cikampek Padat, 'Contraflow' Diberlakukan

Tol Jakarta-Cikampek Padat, "Contraflow" Diberlakukan

Regional
Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Gempa Putus Kabel PLN di Mamuju Tengah, Listrik Ratusan Rumah Padam

Regional
Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Ngaku Sudah Cabut Laporan, Polda: Kami Belum Terima

Regional
Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Drone Jatuh di Kawasan Borobudur, Balai Konservasi: Tak Ada Kerusakan di Candi

Regional
Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Lumba-lumba 2,5 Meter Ditemukan Mati di Perairan Gunungkidul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X