Ular Piton Kembali Masuk ke Permukiman Warga di Polman

Kompas.com - 07/03/2019, 15:42 WIB
Ilustrasi ular sanca kembang.KOMPAS.com/M IQBAL FAHMI Ilustrasi ular sanca kembang.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Warga Kelurahan Manding, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat kembali digegerkan dengan munculnya ular piton yang menyusup masuk ke tengah pemukiman warga, Rabu (6/3/2019) malam.

Ular sepanjang 3,5 meter dengan bobot diperkirakan mencapai 20 kilogram ini, tertangkap, saat didapati berkeliaran di jalan sekitar pemukiman warga.

Pekan lalu warga juga dikejutkan dengan penangkapan ular piton dengan panjang 4 meter yang juga masuk ke dalam permukiman warga. Berutung saat itu ular tidak melukai warga dan segera ditangkap. 

Salah seorang warga Kelurahan Manding, Karim (20) mengatakan, ada dugaan ular piton masuk ke permukiman warga lantaran kelaparan karena tak ada lagi makanan di habitatya. 


“Kemungkinannya mau mencari makan, karena habitatnya yang berada di rawa sekitar pemukiman semakin terganggu “ ujar Karim kepada wartawan, Rabu.

Baca juga: Warga Tangkap Ular Piton Sepanjang 4 Meter di Kandang Ayam

Karim mengatakan, ketika hendak ditangkap, warga sempat kesulitan karena ular sempat memberikan perlawanan. 

“Butuh waktu cukup lama baru tertangkap, apalagi ularnya terus melawan, setelah tertangkap ular ini langsung diamankan “ ujar Karim 

Agar tidak membahayakan warga, mulut ular yang meresahkan warga ini, langsung diikat menggunakan lakban kemudian dimasukkan ke dalam karung.

Sejak kabar tertangkapnya ular piton Rabu malam, warga yang penasaran terus berdatangan sekedar untuk melihat penampakan atau mengambil gambar bersama ular tersebut.

Baca juga: Warga Baubau Tangkap Ular Piton Sepanjang 10 Meter di Dekat Permukiman

Warga lainnya, Nurul mengatakan, selama dua bulan terakhir sudah ada tiga ular piton masuk ke dalam permukiman warga. Nurul cemas karena ular tersebut masuk ke permukiman warga khususnya pada malam hari.

"Selama dua bulan terakhir ini ular piton yang ketiga kalinya ditangkap warga saat masuk di pemukiman warga," tutur Nurul.

Rencanya ular yang tertangkap akan diserahkan kepada pihak terkait.

Warga berharap, pemerintah setempat memberikan perhatian serius karena seringnya muncul kawanan ular piton di sekitar pemukiman mereka, agar tidak membahayakan keselamatan warga khususnya anak-anak.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X