Kompas.com - 05/03/2019, 16:53 WIB
Ibu-ibu memanen dini pohon sengon milik Samsul yang diserang ulat es krim di Desa Liprak Kidul. KOMPAS.com/A. FaisolIbu-ibu memanen dini pohon sengon milik Samsul yang diserang ulat es krim di Desa Liprak Kidul.


PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Para petani pohon sengon di Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, diresahkan dengan hama yang mereka sebut ulat es krim.

Samsul, petani desa setempat mengatakan, serangan ulat es krim tersebut terjadi beberapa bulan terakhir.

Hama tersebut, lanjut dia, disebut ulat es krim karena bentuknya mirip es krim cone (kerucut) kecil seukuran jari tangan orang dewasa atau kepompong.

Menurutnya, ulat es krim tersebut membuat sengon menjadi rusak, harganya pun turun.

Baca juga: Tempat Pengolahan di Depok Ini Pakai Ulat dan Lalat untuk Urai Sampah Organik

"Akhirnya saya dan para petani sengon lainnya melakukan penebangan pohon sengon dini. Daripada rusak sama sekali, mending kami tebang dan jual sekarang, harganya sudah pasti turun," ujar Samsul, Selasa (5/3/2019).

Samsul menambahkan, satu pohon sengon mestinya ditanam selama 7 hingga 8 tahun. Harga jualnya kalau pohon sengonnya berdiameter 1 meter bisa Rp 1 juta.

"Karena kondisinya sudah agak rusak, kami jual pohon sengon kami ini. Harganya separuh dari harga biasanya. Pohon sengon saya tebang semua, berada di lahan puluhan hektare," tambah dia.

Ketua Paguyuban Pengusah Kayu Sengon Kabupaten Probolinggo Abdul Manap menegaskan, ulat es krim yang disebut oleh petani Desa Liprak Kidul sebenarnya adalah ulat antong.

Ulat antong tersebut sudah menyerang pohon sengon di 7 kecamatan Kabupaten Probolinggo dalam 4 bulan terakhir. Sekitar 80 hektare lahan sengon yang diserang.

Baca juga: Ulat Gonggok Serbu Permukiman, Warga Kebagusan Resah

"Ulat tersebut memang merusak pohon sengon. Daun rontok, kayu jadi kering, dan pohon di dalamnya berlubang hingga keropos," ujar dia.

Menurut dia, hama ulat antong sulit dibasmi. Pihaknya sudah pernah mencoba mengobatinya tapi tak membuahkan hasil.

"Akhirnya, kami mengajak petani sengon untuk pindah menanam pohon jabon atau balsa. Keduanya berharga selevel dengan sengon. Lebih tahan menghadapi serangan ulat es krim atau ulat antong tersebut," ujar dia. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.