Pembunuh Perempuan di Kebun Jagung Ditangkap di Yogyakarta

Kompas.com - 05/03/2019, 14:28 WIB
Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tengah) bersama pelaku pembunuhan, saat rilis di Mapolres Gresik, Selasa (5/3/2019). KOMPAS.com / HAMZAHKapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro (tengah) bersama pelaku pembunuhan, saat rilis di Mapolres Gresik, Selasa (5/3/2019).

GRESIK, KOMPAS.com — Kepolisian Gresik menangkap pelaku pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan tergeletak di kebun jagung milik warga di Desa Bulungan, Kecamatan Dukun, Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (21/2/2019).

Tersangka diketahui bernama Agus Vilthon (38), warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur.

Agus diamankan aparat kepolisian ketika bersembunyi di tempat kosnya di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta.

"Setelah korban kami identifikasi dan kami ketahui identitasnya, kami kemudian melakukan penyidikan bekerja sama dengan jajaran Polres Sleman. Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 03.00, pelaku dapat kami amankan saat tengah bersembunyi di kosnya di Sleman," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dalam rilis di Mapolres Gresik, Selasa (5/3/2019).

Baca juga: Jenazah Perempuan Diduga Korban Pembunuhan Ditemukan di Kebun Jagung

Polisi sempat kesulitan mengungkap pelaku pembunuhan karena minimnya bukti di tempat kos pelaku. Sebab, pada saat itu mobil Toyota Sienta milik korban yang diketahui raib saat kejadian juga tidak ditemukan di tempat kos pelaku.

"Tapi, di tempat kos pelaku, kami menemukan barang bukti awal berupa handphone merek Oppo F9 warna merah milik korban, yang itu kemudian menjadi petunjuk bagi kami dalam mengungkap siapa pelaku dalam kasus ini," katanya.

Adapun mobil Toyota Sienta warna abu-abu keluaran 2018 milik korban yang raib saat kejadian ditemukan polisi disembunyikan oleh pelaku di parkiran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soegiri, Lamongan. Nomor pelat polisi sudah diubah pelaku.

"Jadi seusai kejadian (pembunuhan), pelaku sempat kos di daerah Made, Lamongan Kota, selama empat hari. Saat itu, dia bahkan sempat mengubah pelat mobil korban dari nomor polisi AB 1524 GF menjadi N 1430 KR. Kemudian mobil tersebut ditaruh di parkiran RSUD Soegiri, sementara dia kembali ke Sleman dengan menumpang bus," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. "Hukuman 15 tahun penjara," ujarnya.

Baca juga: Suami Pembunuh Isteri Hamil di Bengkulu Terancam Hukuman Seumur Hidup

Seperti diketahui, sosok mayat perempuan ditemukan di kebun jagung milik warga di Desa Bulungan, 21 Februari 2019. Korban diketahui bernama Ida Nurhayati (58), warga Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan, Yogyakarta.


Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X