Kompas.com - 05/03/2019, 06:50 WIB
Lulusan ITB Febrian Agung, menciptakan Eco Racing. Yakni aditif bahan bakar yang berfungsi meningkatkan kualitas bahan bakar. Produk yang dikemas seperti tablet ini bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar 30 persen, serta menurunkan polusi 100 persen. KOMPAS.com/RENI SUSANTILulusan ITB Febrian Agung, menciptakan Eco Racing. Yakni aditif bahan bakar yang berfungsi meningkatkan kualitas bahan bakar. Produk yang dikemas seperti tablet ini bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar 30 persen, serta menurunkan polusi 100 persen.

BANDUNG, KOMPAS.com — Pada Minggu (3/3/2019), halaman gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung tampak sesak.

Orang-orang berdesakan berebut foto dengan seorang laki-laki. Saking berdesakan, satu meja yang berdekatan dengan laki-laki tersebut ambruk karena terdorong-dorong.

Lalu siapa laki-laki itu? Ia bukan artis, influencer, atau menteri. Namanya Febrian Agung.

Ia lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2002 yang menemukan Eco Racing.

Baca juga: Prabowo: Punya Jalan Tol kalau Enggak Ada Bahan Bakar, Terpaksa Pakai Kuda Juga

Eco Racing adalah aditif bahan bakar yang berfungsi meningkatkan kualitas bahan bakar.

Produk yang dikemas seperti tablet ini bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar 30 persen serta menurunkan polusi 100 persen.

“Caranya masukkan 1 tablet Eco Racing ke tangki bahan bakar yang terisi full. Begitu ditambah Eco Racing, oktan naik, kualitas bahan bakar pun meningkat. Dengan pembakaran sempurna, tidak mengeluarkan polusi,” ujar CEO PT Bandung Eco Sinergi Teknologi Febrian saat ditemui di Sabuga, Bandung, Minggu.

Tablet tersebut, menurut Febrian, sudah dijual selama satu tahun dengan sistem MLM (multilevel marketing). Cara ini ia ambil karena produknya tidak akan laku dengan cara penjualan biasa.

“Produk ini bukan beras yang laku dengan hanya disimpan di toko. Produk ini perlu penjelasan. Makanya pakai sistem MLM,” ucapnya.

Dalam satu tahun berjalan, bisnisnya berkembang pesat. Jumlah pegawai yang dulu hanya hitungan jari kini mencapai 300 orang.

Bahkan, produksinya per bulan mencapai 10 juta tablet dan dijual dengan harga Rp 20.000 per tablet. Jumlah tersebut belum termasuk ekspor.

“Eco Racing diekspor ke Amerika, Eropa, Inggris, dan Asia. Ekspor ini baru kami mulai. Pemerintah pun membantu ke Thailand karena tingkat polusi di sana tinggi, kemudian ke India,” tuturnya.

Baca juga: Hino Sudah Uji Coba Bahan Bakar B30

Febrian merahasiakan bahan baku dalam tablet tersebut. Yang pasti, tablet tersebut merupakan pengembangan dari penelitian dalam skripsinya dulu di ITB.

Skripsi saya tentang biofuel biodiesel dari serat nabati. Saya kuliah angkatan 2002, tugas akhir 2007,” ucapnya.

Selulus kuliah, ia tidak berdiam diri. Ia terus melanjutkan penelitiannya, hingga 10 tahun kemudian, sekitar 2017, ia membangun bisnisnya.

“Kami fokus develop 1 tahun terakhir. Kami juga bersyukur tiada henti atas pencapaian ini,” tuturnya.

Kunci keberhasilan dari bisnis ini ada pada produk. Produk ini memancing para agen untuk bergabung.

“Yang berkumpul hari ini adalah agen-agen kami, mitra kami,” ungkapnya menceritakan orang-orang yang berkumpul hari itu dan berebut foto karena penasaran dengan pencipta Eco Racing.

Selain Eco Racing, pihaknya tengah mengembangkan pupuk organik untuk membantu para petani. Harga pupuk tersebut akan dilepas di pasaran lebih murah 25-30 persen dari pupuk yang ada.

“Bahan baku Eco Racing semuanya lokal, minyak nabati dari Indonesia. Pupuk juga bahannya dari lokal. Ini produk asli Bandung,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X