Sulitnya Medan Membuat Jenazah Teroris di Poso Dipikul untuk Dievakuasi

Kompas.com - 04/03/2019, 18:20 WIB
Foto// Suasana Jenazah DPO Romzi Saat Dievakuasi Oleh Tim Inafis Polda Sulteng Pada Senin (4/3/2019) MANSUR K103-15Foto// Suasana Jenazah DPO Romzi Saat Dievakuasi Oleh Tim Inafis Polda Sulteng Pada Senin (4/3/2019)

POSO, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas ) Operasi Tinombala I 2019 berhasil mengevakuasi jenazah Romzi alias Basir yang tewas saat terlibat baku tembak dengan pasukan TNI, Senin (4/3/2019).

Romzi merupakan salah satu dari kelompok teroris jaringan Ali Kalora yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Romli ditemukan tewas oleh aparat gabungan sesaat setelah terjadi baku tembak dengan Satgas Tinombala tepatnya di wilayah perkebunan Padopi, Dusun Maros, Desa Kilo, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Minggu (3/3/2019).

Baca juga: Polisi Tembak Mati DPO Teroris di Poso

Berdasarkan pantauan media di lokasi kejadian, sulitnya medan disertai dengan jauhnya jarak lokasi dari wilayah perkampungan warga membuat aparat gabungan kesulitan untuk melakukan evakuasi pasca terjadinya kontak tembak.


Jenazah yang berada di wilayah pegunungan akhirnya berhasil dibawa turun dengan cara dipikul untuk selanjutnya dimasukkan ke mobil ambulance. Jenazah dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng.

Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Lukman Wahyu Haryanto mengatakan, selain satu orang ditemukan tewas tertembak, pihaknya juga mengamankan satu teroris lainnya dalam kondisi hidup bernama Aditya alias Idat asal warga Ambon.

Teroris tersebut diserahkan ke Mapolda Sulteng untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga menyita barang bukti lain seperti senjata api type M-16, sebuah bom lontong serta lima rangsel berisi pakaian.

"Jenazah akhirnya sudah berhasil kita evakuasi dan selanjutnya dibawa menuju RS Bhayangkara Polda untuk penyelidikan. Selain evakuasi jenazah, dari TKP kita juga menemukan barang bukti lainnya seperti bom lontong serta tas pakaian diduga milik para DPO yang melarikan diri saat kontak,’’ ujar Lukman.

Baca juga: Napi Teroris Poso, Chandra Jaya, Resmi Bebas dari Penjara

Polisi terus melakukan pengejaran dan melakukan penyekatan di pintu masuk dan keluar wilayah Poso. Hal tersebut dilakukan untuk mempersempit ruang gerak 12 orang teroris kelompok Ali Kalora yang diduga kini posisinya semakin terjepit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X