Kehidupan Istri dan Anak Rasilu, Tukang Becak yang Divonis 1,5 Tahun, Terpuruk

Kompas.com - 04/03/2019, 16:53 WIB
Nasib istri dan kelima anak, Rasilu, seorang tukang becak yang divonis 1,8 tahun oleh Pengadilan Negeri Ambon, akibat penumpangnya meninggal dunia akibat diserempet mobil, semakin kesulitan setiap harinya.  Untuk makan setiap hari, semakin susah dan tiga orang anaknya yang masih sekolah terancam putus sekolah karena tidak ada biaya. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKENasib istri dan kelima anak, Rasilu, seorang tukang becak yang divonis 1,8 tahun oleh Pengadilan Negeri Ambon, akibat penumpangnya meninggal dunia akibat diserempet mobil, semakin kesulitan setiap harinya. Untuk makan setiap hari, semakin susah dan tiga orang anaknya yang masih sekolah terancam putus sekolah karena tidak ada biaya.

BUTON TENGAH, KOMPAS.com — Istri dan kelima anak, Rasilu, seorang tukang becak yang divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Ambon, semakin kesulitan menjalani hidup setiap harinya.

Rasilu harus mendekam di penjara akibat penumpangnya meninggal dunia diserempet mobil.

Untuk makan, istri dan anaknya setiap hari semakin kesusahan. Tiga anak Rasilu juga terancam putus sekolah karena tidak ada biaya.

“Mudah-mudahan bapak bisa segera keluar. Semenjak dia masuk penjara, kami tidak ada makanan. Untung ada tetangga dan keluarga yang bawakan makanan beras dan jagung untuk kami makan selama enam bulan ini,” kata istri Rasilu, Wa Oni, kepada Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Baca juga: Kisah Pilu Rasilu, Dipenjara 1,5 Tahun setelah Becaknya Terserempet Mobil

Rasilu adalah warga Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, yang merantau ke Ambon dan menjadi tukang becak.

Dia menjadi tulang punggung mencari nafkah buat anak-anak istrinya yang berada di kampung.

Musibah terjadi ketika seorang penumpangnya, Maryam, meninggal dunia setelah terjatuh akibat becak milik Rasilu diserempet mobil dan pengemudi mobil tersebut melarikan diri.

Rasilu kemudian dilaporkan dan ditahan, lalu divonis 1 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Ambon pada sidang putusan yang digelar 20 Februari, dua pekan lalu.

“Saya pikir, itu kecelakaan tidak terduga. Mereka kecelakaan, ditabrak, mereka menjadi korban, mobil melarikan diri. Saya kasihan suami saya menjadi korban, padahal mobil melarikan diri,” ujarnya.

Kini, Wa Oni dan kelima anaknya yang berada di Dusun Litongku, Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, hanya bisa menangis dan pasrah dengan keadaan keluarga yang saat ini semakin sulit.

Untuk bertahan hidup, Wa Oni berjuang sendirian mencari uang agar bisa makan setiap hari dan untuk biaya sekolah anak-anaknya.

Baca juga: Saat Tukang Becak Diupayakan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan...

Wa Oni pun harus menjadi buruh belah jambu mede dan diupah Rp 2.000 per kilogram. Dalam sebulan, ia bisa menyelesaikan 100 kilogram jambu mede sehingga mendapatkan upah Rp 200.000.

“Jadi, selama bapaknya masuk penjara, saya belah jambu untuk kebutuhan anak-anak saya. Habis itu, saya ingat anak-anak, kalau selesai musim jambu, saya mau kerja apa. Selama bapaknya dipenjara, saya punya anak menangis terus,” tuturnya.

Walaupun kesulitan ekonomi, Wa Oni tetap tegar dan memberikan semangat kepada anak-anaknya agar tidak putus sekolah.

Ia hanya berharap agar suaminya bisa segara dibebaskan dari penjara agar kesulitan biaya sekolah anaknya bisa teratasi dan tidak ada yang putus sekolah.

“Saya bilang sabar saja kalian tetap belajar. Meskipun bapak dipenjara, saya bilang jangan berhenti sekolah. Mudah-mudahan kakak-kakak bapakmu bisa bantu kalian. Mudah-mudahan bapakmu bisa segera keluar. Yang penting kamu lanjutkan sekolah, nanti mama yang usaha,” ucap Wa Oni.

Anak Rasilu terancam putus sekolah

Nur Isra, anak sulung Rasilu, yang bercita-cita menjadi guru, menyatakan ingin berhenti sekolah bila ayahnya masih dalam penjara.

Baca juga: Berpihak kepada Wong Cilik Itu Bukan dengan Menyuruh Jadi Tukang Becak

“Saya mau berhenti sekolah karena bapakku belum keluar (dari penjara). Kalau dia keluar, pasti saya bisa lanjut. Kesulitan tidak ada uang dan sekolah jauh 5 kilometer,” kata Nur Isra.

Walaupun sang ayah melarangnya berhenti sekolah, ia mengatakan tidak punya uang untuk membayar biaya sekolah.

“Bapak bilang sekolah saja, tapi saya bilang begini, 'Bapak, saya mau sekolah, tapi kita mau ambil uang dari mana, sedangkan kita makan saja sudah susah',” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

1.080 Pelajar Se-Jabar Diberikan Pemahaman Bahaya Radikalisme

Regional
Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Regional
Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Menteri Nadiem Sempat Salah Ucap DIY Menjadi Daerah Indonesia Yogyakarta

Regional
Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Begini Modus Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur Rekrut Korban

Regional
Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Penyerang Petani Kopi dan Wisatawan Gunung Dempo Diduga Harimau yang Sama

Regional
Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Viral, Postingan Lucu Instagram Khofifah: Kamu Pura-pura Kuat, Padahal Ambyar

Regional
5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

5 Ekor Penyu Ditemukan Mati di Dekat Pembuangan Limbah PLTU Bengkulu

Regional
Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Cabuli 15 Anak, Pembina Pramuka Divonis Kebiri Kimia dan 12 Tahun Penjara

Regional
Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Sempat Ada Penolakan, Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Polresta Medan Dimakamkan Malam Hari

Regional
Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Merokok di Dalam Pesawat Wings Air, Seorang Pria Diamankan

Regional
Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Mahasiswi di Bone Tewas Usai Melahirkan, Bayinya Selamat

Regional
Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Polisi Temukan Luka Lebam pada Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Makassar

Regional
Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X