Viral Video Sandi Diusir Pedagang Ikan Labuan Bajo, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 28/02/2019, 12:44 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).

LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Sebuah video yang diunggah akun YouTube Indozen Official berjudul "Detik2 Sandi Diusir Pedagang karena Halangi Dagangan" menarik perhatian netizen. Video itu memperlihatkan seorang pedagang ikan tampak berteriak di belakang calon presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Pedagang ikan itu berteriak hingga harus ditenangkan oleh seorang perempuan berseragam hitam. 

"Woi, jangan injak di atas, tidak boleh, tidak boleh. Orang mau belanja datang di sini, di luar saja," teriak penjual ikan itu.

Tampak Sandi yang hendak diwawancarai sejumlah wartawan terdiam sejenak menunggu penjual ikan itu untuk tenang. Di belakang Sandi, penjual ikan itu tampak masih berusaha ditenangkan oleh perempuan berseragam hitam.

Sandi kemudian melanjutkan wawancaranya dengan awak media.

Diketahui kejadian itu berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Sandiaga Uno: Di NTT Ini Cari Kerja Gampang atau Susah?

Ketua Tim Rumah Juang Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Manggarai Barat sekaligus ketua panitia kunjungan Sandi di Kabupaten Manggarai Barat Fidelis Syukur saat dikonfirmasi mengatakan, pedagang itu bukan mengusir Sandi, melainkan mengusir seorang pengunjung yang sedang mengambil gambar Sandi saat diwawancara wartawan di lokasi tersebut.

Pedagang ikan bernama Kornelis itu marah karena pengunjung itu menginjak lapak ikan miliknya.

"Bukan marah kepada cawapres Sandiaga Uno, melainkan mengusir pengunjung yang sedang mengambil gambar atau foto cawapres yang sedang diwawancara wartawan di lokasi yang tak jauh dari lapak ikan milik penjual Ikan, Kornelis. Postingan media online dan media sosial lari jauh dari keaslian yang terjadi di lokasi Pasar Ikan Labuan Bajo," ujar Fidelis, Kamis (28/2/2019).

Fidelis menilai apa yang diberitakan sejumlah media online terkait kejadian itu tidak sesuai fakta.

"Saya minta jangan jadikan berita online yang tak sesuai dengan fakta lapangan, memprovokasi apa yang terjadi di lapangan yang tidak sesuai dengan kejadian aslinya. Kami sangat pusing membaca media online, apalagi sudah viral yang tak sesuai dengan kejadian sebenarnya," ujarnya.

Baca juga: Istri Sandiaga Uno: Jangan Kasih Kendor Ya Mak...


Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai Barat selaku pengelola TPI Labuan Bajo Yeremias Ontong mengatakan telah meminta penjelasan pedagang ikan tersebut. Pedagang itu menjelaskan bahwa dia tidak mengusir Sandi, tetapi mengusir pengunjung yang menginjak dagangannya.

"Saya sudah tanya pedagang ikan di Pasar Ikan Labuan Bajo, Kornelis. Intinya, pedagang itu bukan mengusir Sandi, melainkan mengusir pengunjung yang sedang mengerumuni cawapres Sandiaga Uno ketika mengambil gambar atau foto dengan handphone dan kamera saat menginjak ikan di lapak ikan tersebut," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Ridwan Kamin Sebut Terowongan Nanjung Akan Mulai Dapat Digunakan Januari 2020

Regional
Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Polisi Hentikan Penyidikan Dugaan Penggelapan Solar oleh Supir Tangki BBM

Regional
Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Polisi Buru Pelaku Pelempar Sperma ke Perempuan di Tasikmalaya

Regional
Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Stadion Palaran Kaltim Tak Terurus, Menpora Janji Beri Dukungan

Regional
Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Kota Batu Dilanda Angin Kencang, Akses Jalan dan Sejumlah Lokasi Wisata Ditutup

Regional
Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Ridwan Kamil Ajak Ulama Kabupaten Bandung Barat Ikut Berdakwah di “English for Ulama” 2020

Regional
Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Sudah 3 Hari Seorang Nenek Hilang, Personel SAR Sisir Hutan Wonosadi

Regional
Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi Kolom 1.000 Meter

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X