Gelar Aksi Bakar Lilin, Pemuda Wakatobi Doakan Nelayan yang Disandera Abu Sayyaf

Kompas.com - 26/02/2019, 08:30 WIB
Sekelompok pemuda Kabupaten Wakatobi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi bakar lilin di depan Tugu Adipura, Kawasan Kotamara, Kota Baubau, Senin (25/2/2019) malam.  Aksi ini dibentuk untuk merenung dan berdoa agar dua orang nelayan Wakatobi yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf, Hariadin dan Heri Ardiansyah, dapat bebas dan kembali ke keluarga. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKESekelompok pemuda Kabupaten Wakatobi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi bakar lilin di depan Tugu Adipura, Kawasan Kotamara, Kota Baubau, Senin (25/2/2019) malam. Aksi ini dibentuk untuk merenung dan berdoa agar dua orang nelayan Wakatobi yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf, Hariadin dan Heri Ardiansyah, dapat bebas dan kembali ke keluarga.

BAUBAU, KOMPAS.com - Sekelompok pemuda Kabupaten Wakatobi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menggelar aksi bakar lilin di depan Tugu Adipura, Kawasan Kotamara, Kota Baubau, Senin (25/2/2019) malam.

Aksi ini dibentuk sebagai merenung dan berdoa agar dua orang nelayan Wakatobi yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf, Hariadin dan Heri Ardiansyah, dapat bebas dan kembali ke keluarga.

“Kami melakukan renungan terhadap kerabat kami yang sementara di tahan Abu Sayyaf. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian khusus pemerintah kita untuk mengembalikan,” kata Ketua Pemuda Wakatobi di Kota Baubau, La Ode Masrizal Mas’ud, Senin (25/2/2019) malam.

Dalam aksi tersebut, sekelompok pemuda ini duduk sambil membakar lilin dan memanjatkan doa bersama kepada Hariadin dan Heri Ardiansyah,yang masih disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.

Baca juga: Keluarga Korban Sandera Abu Sayyaf Tunggu Perkembangan

Aksi bakar lilin tersebut, para pemuda juga memegang foto salah satu korban sandera, Hariadin saat sedang bersama anak dan istrinya.

Para pemuda wakatobi berharap, agar dua orang warga Wakatobi yang di tahan kelompok Abu Sayyaf bisa dapat pulang dengan selamat dan dapat berkumpul dengan keluarga.

“Kami melakukan doa bersama, kepada yang maha kuasa untuk menggugah hati kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dan juga pemerintah kita hari ini,” ujar Rizal.

Rizal juga menambahkan, agar Presiden Joko Widodo, serius untuk menangani dua nelayan Wakatobi yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf.

“Kami minta kepada presiden Joko Widodo, untuk segera serius menangani masalah ini, mengembalikan kerabat kami ke Wakatobi. Seluruh keluarga berharap agar segera dikembalikan,” pungkasnya. 

Baca juga: Bupati Wakatobi Komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk Bebaskan Warga yang Disandera Abu Sayyaf



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X