Sebelum Diterjang Angin Kencang, 4 Desa di Sukabumi Diguyur Hujan Es

Kompas.com - 22/02/2019, 22:48 WIB
Seorang warga membersihkan pohon tumbang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Lembursawah, Cicantayan, Sukabumi,Jawa Barat, Jumat (22/2/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOSeorang warga membersihkan pohon tumbang terdampak bencana angin puting beliung di Desa Lembursawah, Cicantayan, Sukabumi,Jawa Barat, Jumat (22/2/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Hujan es sempat turun beberapa saat sebelum akhirnya angin puting beliung menerjang Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/2/2019) sore.

Turunnya butiran es seukuran kelereng itu diakui sejumlah warga di beberapa kampung.

Berdasarkan data sementara dari Kecamatan Cicantayan, bencana angin puting beliung ini melanda empat desa, yakni Lembursawah, Cijalingan, Cimahi dan Cicantayan. Jumlah bangunan terdampak sedikitnya 50 unit rumah.

"Ya, tadi saat hujan deras disertai petir, juga ada hujan es seukuran kelereng. Setelah itu barulah ada angin kencang," kata Ipa Farida (29), salah satu warga kepada Kompas.com di Kampung Genteng, Desa Lembursawah, Jumat petang.

Dia menuturkan, sebelum terjadi angin kencang, ia sedang berada di dalam rumah. Sebab, saat itu hujan turun dengan deras disertai petir serta angin kencang.

"Mendengar suara berisik di atas genting, lalu keluar ternyata ada hujan es. Namun setelah itu angin bertiup sangat kencang, saya masuk lagi karena takut terbawa angin," kata Ipa.

Baca juga: Dilanda Hujan Es dan Angin Kencang, Sejumlah Rumah Warga di Sleman Rusak

Enung Rohani (53), seorang pemilik warung di Kampung Kadupugur, Desa Cijalingan, juga mengaku sempat melihat ada butiran es seukuran kelereng turun bersamaan dengan hujan deras disertai angin kencang dan petir.

"Awalnya beberapa galon air yang kosong tertiup angin kencang hingga keluar. Lalu saya ambil, pas keluar warung kepala saya terasa ada yang berbeda air hujannya, ternyata hujan es," tutur Enung, pemilik warung di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Kadupugur.

Camat Cicantayan Sendi Apriyadi mengatakan, bencana angin puting beliung yang melanda wilayahnya terjadi di empat desa, yaitu Lembursawah, Cijalingan, Cimahi dan Cicantayan.

"Data sementara, jumlah rumah terdampak terbanyak ada di Desa Lembursawah. Sedikitnya 50 unit rumah terdampak," kata Sendi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat malam.

Hingga saat ini, lanjut dia, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk mendata dan mengecek di beberapa lokasi terdampak.

"Alhamdulillah sampai saat ini dilaporkan tidak ada korban jiwa dan sebagian rumah terdampak sudah ditangani," pungkas Sendi.

Baca juga: Sukabumi Dilanda Hujan Es hingga Puting Beliung, Lebih dari 100 Rumah Rusak

Diberitakan sebelumnya angin puting beliung merusak rumah milik warga di Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/2/2018) sekitar pukul 15.00 Wib. Selain merusak rumah, sejumlah pohon juga ikut tumbang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di salah satu lokasi terdampak yaitu di Dusun Bantarkaret, Desa Lembursawah, Kecamatan Cicantayan, terdapat beberapa rumah tertimpa pohon tumbang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Banjir Sebabkan Sejumlah Kotak Suara Pilkada Kota Cilegon Rusak

Regional
Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Warga di Kaki Gunung Semeru Diminta Waspadai Potensi Lahar Dingin

Regional
Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Beredar Pesan Berantai soal Tempat Isolasi Penuh, Satgas Covid-19 UGM: Itu Tidak Benar

Regional
Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Sejak Juli, 75 Kasus Positif Covid-19 Ditemukan di Universitas Brawijaya Malang

Regional
Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Terjebak Dalam Kebakaran di Polewali Mandar, 3 Bocah Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X