Fakta Kasus Anak Balita Meninggal Tergantung di Jendela, Saksi Kunci Seorang Tunawicara, hingga Keluarga Tolak Otopsi

Kompas.com - 09/02/2019, 14:31 WIB
Ilustrasi pembunuhanKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi pembunuhan

KOMPAS.com — Polisi terus mendalami kasus kematian anak balita berusia dua tahun yang ditemukan tergantung di jendela rumahnya di Jalan Lunjuk Jaya, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Rabu (6/2/2019).

Tim penyidik Polresta Palembang menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian PR tersebut.

Seperti diketahui, bibi korban, MR, kaget melihat keponakannya meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan. Saat itu, kedua orangtua PR sedang tak berada di rumah.

MR, yang diketahui adalah seorang tunawicara, segera memanggil kerabat dan orangtua korban. 

Baca fakta lengkapnya:

1. PR ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Polisi mendapat laporan dari MR, bibi korban, jika korban meninggal dalam kondisi mengenaskan pada Rabu (6/2/2019) di rumah orangtuanya di Jalan Lunjuk Jaya, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang.

MR mengaku terkejut melihat PR sudah tergantung di jendela rumah saat dirinya datang ke rumah keponakannya tersebut.

MR yang ketakutan langsung memberitahukan kondisi PR kepada keluarganya. ED (38) dan NR (30) yang adalah orangtua korban segera pulang ke rumah.

"Korban langsung dibawa keluarga ke Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah untuk diperiksa dan ternyata sudah meninggal. Kedua orangtuanya waktu itu sedang bekerja dan tidak ada di rumah," kata Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/2/2019).

Baca Juga: Kronologi Anak 2 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Jendela Rumah

2. Polisi menemukan kejanggalan kasus kematian anak balita PR

IlustrasiThinkstock Ilustrasi

Setelah dinyatakan meninggal, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi.

"Namun, keluarga menolak untuk otopsi dengan alasan korban masih kecil sehingga tidak tega. Kasus ini masih diselidiki," ujar Kompol Yon.

Sementara itu, dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dr Mansuri, mengakui jika ada kejanggalan dari jenazah PR saat dilakukan visum. Pihaknya menemukan adanya bekas jeratan di bagian leher korban.

"Diduga ada jeretan di leher. Nah, untuk kasus kekerasan seksual tidak ditemukan karena cuma dilakukan visum luar karena keluarga menolak," katanya

Baca Juga: Kisah Sedih Anak Balita yang Tercebur ke Kuali Berisi Soto Panas

3. Saksi kunci adalah seorang tunawicara

IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi

Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

"Iya benar, kejadian itu ada dan kita sudah lakukan olah TKP di hari yang sama," kata Yon saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/2/2019).

Yon melanjutkan, beberapa saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut. Namun, untuk saksi inti, yakni MR, petugas mengalami kesulitan lantaran bibi korban tunawicara.

Baca Juga: 5 Fakta Bencana Banjir dan Longsor di Sulsel, Balita Meninggal Kedinginan hingga Helikopter Bantuan Diserbu Warga

4. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual

Ilustrasi kekerasan terhadap anaktakasuu Ilustrasi kekerasan terhadap anak

Meskipun petugas mengalami kesulitan lantaran saksi kunci, bibi korban, tunawicara, polisi terus melakukan penyelidikan.

"Sampai sekarang kami masih mengumpulkan bukti-bukti, baik dari saksi maupun keluarga korban. Keterangan dari keluarga korban juga selalu berubah-ubah," kata Yon.

Selain itu, penyidik pun mengalami kesulitan karena pihak keluarga korban menolak otopsi terhadap jenazah MR saat dibawa ke rumah sakit.

"Jadi hanya dilakukan visum luar sesuai permintaan keluarga karena keluarga menolak otopsi," ujarnya.

Terkait dugaan adanya kekerasan seksual terhadap korban, polisi masih belum bisa memastikan.

"Diduga ada jeretan di leher. Nah, untuk kasus kekerasan seksual tidak ditemukan karena cuma dilakukan visum luar saja karena keluarga menolak," katanya.

Baca Juga: Seorang Anak Balita Ditemukan Tewas Tergantung di Jendela Rumah

Sumber: KOMPAS.com (Aji YK Putra)


Terkini Lainnya


Close Ads X