Cerita Pini Sri Olah Buah Naga Jadi Mi, Kini Raup Belasan Juta Rupiah Per Bulan

Kompas.com - 03/02/2019, 09:43 WIB
Mie buah naga merah yang diproduksi Pini Sri warga Sragi Kecamatan Songgon Banyuwangi KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIMie buah naga merah yang diproduksi Pini Sri warga Sragi Kecamatan Songgon Banyuwangi

"Tahun 2004, buah naga merah belum seramai sekarang dan kebetulan saat itu panen hasilnya tidak maksimal karena kulit buahnya rusak dan ukurannya kecil, tetapi dalamnya masih bagus. Jadi saya bawa pulang untuk diolah jadi mi," ungkap Pini.

Buah naga hingga lidah buaya

Kini, Pini dibantu 12 pegawainya memproduksi mi buah naga merah setiap 3 hari sekali. Sekali produksi dia membutuhkan 25 kilogram buah naga dan menghasilkan 400 kemasan. Setiap kemasan dijual Rp 7.500 dengan berat 250 gram dan berisi 8 keping.

Buah naga yang digunakan diperolehnya dari petani buah naga di sekitar tempat tinggalnya.

"Buah naga merah kami gunakan yang organik karena lebih awet. Biasanya sekali produksi langsung habis, sudah banyak yang pesan karena kami juga melayani pembelian secara online," tutur Pini.

Menurut dia, pembuatannya juga sederhana karena hanya dengan mencampur tepung dan buah naga dengan sedikit garam lalu dicetak kemudian dikeringkan dengan menggunakan matahari atau mesin oven saat musim hujan.

"Tidak ada campuran macam-macam hanya tepung dan garam tanpa pengawet. Kami mengirimkannya sampai keluar Kota Banyuwangi," ujar Pini.

Baca juga: Kisah Untoro yang Mengharukan, 34 Tahun Mengajar Gratis dari Tempat Tidur (1)

Selain mi dari buah naga merah, Pini juga membuat mi dari lidah buaya dan aneka sayuran. Selain itu, dia juga membuat kerupuk bonggol pisang, kerupuk lidah buaya, peyek pakis, beraneka kue kering dan kue basah serta makanan khas Banyuwangi.

Pada musim liburan, Pini bisa memproduksi 100 jenis makanan olahan. Namun, pada hari normal, hanya sekitar 30 jenis makanan olahan disesuaikan dengan stok bahan yang ada.

"Mungkin kami tidak bisa mengolah buah naga merah secara besar-besaran karena masih industri rumahan, tapi paling tidak kami harus berinovasi dan kreatif dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar. Insya Allah, hasilnya menguntungkan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.