IAR Indonesia Pernah Temukan 3-5 Peluru Bersarang di Tubuh Kukang yang Diselamatkan

Kompas.com - 03/02/2019, 08:42 WIB
Wakapolres Cirebon, Kompol Jarot Sungkowo menunjukan salah satu hewan lindung yang diamankan satuan reskrim dari pasar ayam weru, Sabtu (3/11/2018). Hewan lindung lainya adalah: dua ekor kukang jawa, dua ekor elang tikus dewasa, tiga ekor elang bondol anak, dan satu ekor elang hitam. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Wakapolres Cirebon, Kompol Jarot Sungkowo menunjukan salah satu hewan lindung yang diamankan satuan reskrim dari pasar ayam weru, Sabtu (3/11/2018). Hewan lindung lainya adalah: dua ekor kukang jawa, dua ekor elang tikus dewasa, tiga ekor elang bondol anak, dan satu ekor elang hitam.

CIAMIS, KOMPAS.com - Selain mengampanyekan pentingnya keberadaan primata dilindungi, aktivis Yayasan IAR Indonesia juga menyosialisasikan bahayanya penggunaan senapan angin bagi satwa.

Berdasarkan temuan IAR, ada beberapa ekor kukang jawa yang pernah masuk rescue center dimana di tubuhnya terdapat 3 sampai 5 butir peluru.

"Senapan angin berbahaya, penggunaannya hanya untuk kegiatan olahraga dan tempat yang sudah memiliki izin," jelas perwakilan IAR Indonesia, Agung Ismail saat kampanye pentingnya satwa dilindungi di Taman Hutan Kota Ciamis, Jawa Barat, Minggu (3/2/2019).

Baca juga: Setiap Tahun, Ada 2000 Kukang Jawa Dijual di Medsos


Menurut dia, kepemilikan senapan angin harus seizin Polda setempat dan Perbakin. Namun sayangnya, saat ini masyarakat bisa sangat mudah memiliki senapan angin.

"Target tembaknya hewan dilindungi," ucap Agung.

Dia menduga, selain untuk dipelihara, kukang jawa mungkin saja diolah untuk dibuat obat-obatan. "Ini ilegal," tegasnya.

Baca juga: Kukang Jawa Terancam Tinggal Cerita

Pemburuan Kukang Jawa terjadi di Majalengka. Polres Majalengka menemukan 79 ekor Kukang siap kirim ke Surabaya untuk kemudian dikirim ke Shanghai.

"Mudah-mudahan bisa menyadarkan masyarakat terkait perburuan primata," jelasnya.

Baca juga: 11.000 Tahun Lalu, Kukang Bertubuh Raksasa dan Diburu Manusia

Sebelumnya, aktivis Yayasan IAR, BKSDA Jawa Barat dan Ciamis, serta anggota komunitas pecinta alam menyosialisasikan pentingnya keberadaan primata dilindungi kepada masyarakat. 

"Stop perburuan, stop pelihara, dan stop jual beli Kukang," kata Agung. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Begini Cara Petugas Memadamkan Kebakaran Lahan Gambut di Pekanbaru

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Berprofesi sebagai Pedagang Garam di Padang

Regional
Begal Masuk Kampus Unand, 'Kalau Kau Teriak, Mati Kau'

Begal Masuk Kampus Unand, "Kalau Kau Teriak, Mati Kau"

Regional
PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

PPP Pasrahkan soal Jatah Menteri ke Presiden Jokowi

Regional
Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Material Longsor Disingkirkan, Akses Jalan di Agam Bisa Dilewati

Regional
Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Saat Diplomat Afganistan Belajar Penyelesaian Konflik dari Maluku...

Regional
Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Forum Komunikasi SMK Sepakat dengan Ridwan Kamil Evaluasi Sistem Pendidikan

Regional
Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Pengamat: Pejabat Daerah Tidak Perlu ke Luar Negeri kalau Tidak Ada Manfaat

Regional
PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

PPP Buka Peluang Ketua Umum Diisi dari Luar Partai

Regional
6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

6 Hari Tak Sadarkan Diri, WJ Korban Penganiayaan Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Kebakaran Lahan di Pekanbaru Meluas, Pemadaman Sulit Dilakukan

Regional
Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Kata Warga Puncak Bogor soal Suhu yang Semakin Dingin, Lidah Terasa Pahit hingga Penjualan Sayur Menurun

Regional
Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Selain Lumpuhkan Jalan, Longsor di Agam Hancurkan Ladang dan Irigasi Warga

Regional
Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Labrak Kepala Dinas Karena Tak Digaji, TKS Ini Ditangkap Polisi

Regional
Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Belum Beroperasi, Masjid Ikon Wisata Halal di Padang Terancam Abrasi

Regional
Close Ads X