Imbas Banjir di Lautan Pasir Gunung Bromo, Wisatawan Diminta Waspada

Kompas.com - 02/02/2019, 16:00 WIB
Dalam video yang viral beredar, air sisa hujan itu mengalir deras membentuk sungai. Sedangkan di sekitar aliran air itu terdapat mobil jeep wisatawan.Dok. TNBTS Dalam video yang viral beredar, air sisa hujan itu mengalir deras membentuk sungai. Sedangkan di sekitar aliran air itu terdapat mobil jeep wisatawan.

MALANG, KOMPAS.com - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meminta kepada semua wisatawan untuk berhati - hati jika melintasi kawasan Lautan Pasir Gunung Bromo. Sebab, kawasan itu rentan tergenang air jika terjadi hujan lebat.

Seperti video yang beredar baru - baru ini. Genangan air hujan di kawasan itu mengalir deras membentuk sungai. Sedangkan di sekitarnya terdapat wisatawan dengan mobil jeep yang digunakannya berwisata.

"Mengantisipasi cuaca ekstrim yang diprediksi masih akan terus berlanjut di kawasan TNBTS, kami menghimbau agar para pengunjung dan masyarakat yang akan berwisata melewati laut pasir untuk waspada, berhati-hati, tidak melewati Laut Pasir pada musim hujan untuk menghindari terjabak situasi banjir," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat melalui keterangan tertulis, Sabtu (2/2/2019).

Baca juga: Viral Banjir Membentuk Sungai di Lautan Pasir Gunung Bromo, Ini Penjelasan TNBTS


Sedangkan bagi kendaraan yang akan melintas Lautan Pasir diminta untuk melewati jalur yang sudah tersedia. Kendaraan diminta untuk tidak mendekat ke lokasi yang menjadi celah air untuk mengalir jika terjadi hujan lebat.

"Bagi kendaraan agar melewati jalur aman yang sudah tersedia dan tidak membuat jalur-jalur baru serta memiliki informasi yang cukup mengenai kondisi pada saat berkunjung di kawasan wisata Bromo dan sekitarnya," imbuhnya.

Pengelola TNBTS akan menyiagakan personel keamanannya untuk mengantisipasi kejadian banjir tersebut. Sedangkan bagi pengunjung yang terlanjur berada di Lautan Pasir saat genangan air terjadi diminta untuk tetap tenang dan waspada.

"Bagi wisatawan atau pengunjung yang kebetulan melewati atau berada pada lokasi Laut Pasir akan menyulitkan untuk melakukan mobilisasi karena terhambat oleh aliran air sehingga faktor ketenangan dan kewaspadaan terhadap apa yang terjadi menjadi kunci atau faktor penting dalam menyikapi fenomena banjir di Laut Pasir tersebut," jelasnya.

Baca juga: Lautan Pasir Gunung Bromo Kembali Dibuka untuk Wisatawan

Lautan Pasir Gunung Bromo merupakan lembah yang dikelilingi oleh beberapa pegunungan. Yakni Pegunungan Tengger, Bromo, Batok, Widodaren, Watangan dan Keciri. Letak geografis seperti ini membuat Lautan Pasir jadi tempat limpahan air dari pegunungan di sekitarnya ketika terjadi hujan lebat.

Air akan mengalir di kawasan tersebut dan akan bermuara di Blok Mendongan, sebelah barat Lautan Pasir. Aliran air akan buntu dan berhenti di lokasi itu kemudian meresap. Tingkat porositas atau kemampuan menyerap air yang tinggi pada pasir akan membuat genangan itu cepat meresap.



Terkini Lainnya

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Ditjen PSP Kementan Beberkan Capainnya Hingga Kuartal I 2019

Regional
Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Tokoh Agama di Kalimantan Tengah Deklarasi Damai Terima Hasil Pemilu

Regional
Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Jika Terpilih Jadi Ibu Kota Baru, Penduduk Kalteng Diprediksi Bertambah 6 Juta Orang

Regional
Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Cerita Petugas Damkar 3 Hari Berjibaku Atasi Kebakaran Pasar Kosambi Bandung

Regional
Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Hadang Massa Aksi 22 Mei, Polisi Bogor Sekat 12 Lokasi Menuju Jakarta

Regional
Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Pengedit Video Hoaks Ma'ruf Amin Berkostum Sinterklas Divonis 7 Bulan Penjara

Regional
Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Usai Divonis Mati, Gembong Narkoba Dorfin Felix Berharap Bertemu Keluarganya

Regional
Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik 'Jangan Bunuh Aku' kepada Pembunuhnya

Sebelum Tewas, Calon Pendeta Sempat Berbisik "Jangan Bunuh Aku" kepada Pembunuhnya

Regional
Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Peringati 21 Tahun Reformasi, Aksi Mahasiswa di Riau Sempat Ricuh karena Tak Dizinkan Masuk ke Gedung DPRD

Regional
Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Butuh Rp 3 M untuk Bangun Kembali Kelenteng Probolinggo yang Terbakar

Regional
Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Isu Ulama Madura Tutup Suramadu pada 22 Mei, Ini Respons Kapolda Jatim

Regional
Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Pria Ini Bunuh Istrinya karena Selalu Pasang Tarif saat Berhubungan Badan

Regional
5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Regional
Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Lewat Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, Pemudik Diimbau Berkendara 40 Km/jam

Regional

Close Ads X