James Riady Absen dalam Sidang Suap Perizinan Meikarta

Kompas.com - 30/01/2019, 13:45 WIB
CEO Lippo Group James Riady memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (30/10/2018). James tiba di gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.26 WIB. DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comCEO Lippo Group James Riady memenuhi agenda pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa (30/10/2018). James tiba di gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.26 WIB.

BANDUNG, KOMPAS.com - Petinggi Lippo Group James Riady tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan pembangunan Meikarta yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/1/2019).

Hal tersebut disampaikan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) I Wayan Ryana usai rehat persidangan.

"Sejauh ini kita belum dapat konfirmasi, kan kita sudah panggil secara resmi, kan saksi yang lain sudah hadir juga, nanti kita folow up kenapa tidak hadir," kata I Wayan.

Seperti diketahui, James sendiri rencananya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan pembangunan Meikarta hari ini. Namun James Ryadi tidak terlihat hadir dalam sidang tersebut.

Baca juga: Sidang Kasus Meikarta, Kasi Penataan Ruang Pemprov Jabar Akui Terima Rp 900 Juta

Dikatakan, undangan menghadiri sidang sebagai saksi sendiri telah dilayangkannya sejak tiga hari sebelum sidang dimulai.

"Di undangnya sesuai jadwal kita berikan tiga hari sebelum sidang," katanya.

Baca juga: Suap Perizinan Meikarta, Sekda Jabar Bantah Terima Uang Rp 1 Miliar

Namun pihak KPK belum menerima konfirmasi dari James Riady.

"Kita tak dapat konfirmasi, sejauh ini yang lain ada dapat konfirmasi ke admin kami, ada hadir, tapi untuk beliau belum ada," tuturnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Sempat Kontak dengan Wali Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarmasin Negatif Covid-19

Regional
Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Pelajar Terpental dan Tewas Usai Tiang Umbul-umbul yang Dipasangnya Tersangkut Kabel Listrik

Regional
Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Bantah 46 Pegawai Positif Covid-19, Kepala BPOM Ambon: Itu Keliru...

Regional
Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Terdesak Kebutuhan Ekonomi, Warga Kulon Progo Jadi Muncikari Prostitusi Online

Regional
Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Nasihat Hakim kepada Terdakwa yang Durhaka karena Melawan Orangtua

Regional
Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Ponari, si Dukun Cilik Telah Menikah, Kini Berjualan Online dengan Istrinya

Regional
Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Air Mata Hendra Tak Berhenti Mengalir Ditolak Sekolah karena Cacat, Buku Pelajaran Dikembalikan

Regional
UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual 'Dosen' Swinger

UNU Yogya Buka Crisis Center Korban Pelecehan Seksual "Dosen" Swinger

Regional
Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Sudah 2 Bulan Warga Sekitar Danau Limboto Gorontalo Terendam Banjir

Regional
Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus  WFH

Unand Cegah Penyebaran Covid-19, Dosen di Atas 60 Tahun Harus WFH

Regional
Unggahan 'Kacung WHO' Jerinx SID Berujung Laporan ke Polda Bali...

Unggahan "Kacung WHO" Jerinx SID Berujung Laporan ke Polda Bali...

Regional
Seorang Perempuan di Bireuen Ditemukan Terkapar dengan Luka di Leher

Seorang Perempuan di Bireuen Ditemukan Terkapar dengan Luka di Leher

Regional
Buruh Harian Cabuli Anak Tetangga di Kamar Mandi, Pakai Iming-iming Uang Rp 35.000

Buruh Harian Cabuli Anak Tetangga di Kamar Mandi, Pakai Iming-iming Uang Rp 35.000

Regional
Sekda Akui Sempat Ikut Sidang Paripurna Bersama Anggota DPRD Maluku yang Positif Corona

Sekda Akui Sempat Ikut Sidang Paripurna Bersama Anggota DPRD Maluku yang Positif Corona

Regional
Sobek Amplop Penambang Pasir, Nelayan Makassar Mengaku Tak Niat Robek Uang

Sobek Amplop Penambang Pasir, Nelayan Makassar Mengaku Tak Niat Robek Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X