Pemilik Mercy yang Tabrak Pengendara Motor Divonis 1 Tahun Penjara

Kompas.com - 29/01/2019, 21:07 WIB
Terdakwa Iwan Adranacus dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANITerdakwa Iwan Adranacus dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019).


SOLO, KOMPAS.com - Terdakwa Iwan Adranacus divonis bersalah oleh majelis hakim dalam sidang putusan kasus pemilik mobil Mercedes Benz tabrak pengendara motor, di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019).

Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumbangaul didampingi anggota Sri Widiastuti dan Endang Makmun menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dipotong masa tahanan dan membayar biaya perkara Rp 5.000.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa (Iwan Adranacus) dengan pidana penjara selama 1 tahun," kata Krosbin, membacakan putusan itu, Selasa.

Putusan majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya.

Baca juga: Ayah Pengendara Motor yang Ditabrak Mercy Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

 

Jaksa Satriawan Sulaksono dan Titiek Maryani menuntut terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 5 tahun, karena terdakawa dinilai dengan sengaja merampas nyawa orang lain sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP, dakwaan ke satu primer.

Majelis hakim menilai dakwaan primer JPU tidak terbukti, karena tidak ada niat dari terdakwa untuk membunuh korban.

Akan tetapi, murni karena kecelakaan sebagaimana diatur dalam Pasal 311 Ayat (5) UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Terdakwa mengejar korban dengan maksud untuk melakukan klarifikasi tindakan korban yang dianggap mengancam terdakwa. Namun, terdakwa terbukti bersalah karena lalai telah mengemudikan kendaraannya yang mengakibatkan korban meninggal.

"Jika seandainya terdakwa ada niat membunuh korban, terdakwa tidak perlu mendekati korban, tapi bisa langsung menabrakkan mobilnya kepada korban. Namun, terdakwa mengejar korban dengan maksud mengklarifikasi untuk menyelesaikan masalah dan mengajak korban ke kantor polisi," kata dia.

Ada beberapa pertimbangan majelis hakim meringankan hukuman terdakwa. Di antaranya sikap sopan dan tidak mempersulit jalannya persidangan, mempekerjakan adik korban setelah lulus sekolah di perusahaan terdakwa, dan memberikan santunan sebesar Rp 1,1 miliar kepada keluarga korban.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X