Kompas.com - 29/01/2019, 10:14 WIB
Nenek Hartati (64) tengah dievakuasi menggunakan sarung dan bambu oleh relawan lantaran kondisinya yang lemas akibat kelaparan selama berhari hari dalam bencana longsor yang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (28/1/2019). KOMPAS.com/ABDUL HAQNenek Hartati (64) tengah dievakuasi menggunakan sarung dan bambu oleh relawan lantaran kondisinya yang lemas akibat kelaparan selama berhari hari dalam bencana longsor yang melanda Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (28/1/2019).

GOWA, KOMPAS.com - Lantaran kondisinya yang lemas akibat kelaparan selama berhari-hari, seorang nenek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Hartati (65) berhasil dievakuasi menggunakan bambu dan sarung dari bencana longsor yang membuat permukimannya terisolasi.

Evakuasi dilakukan di tengah cuaca buruk dan harus melewati puluhan titik longsor, Senin (29/1/2019).

Warga Desa Mangngempang, Kecamatan Bungaya, terpaksa dievakuasi menggunakan sarung dengan sebatang bambu sebagai penyangga. Ia ditemukan oleh relawan dari Wahdah Islamiah yang nekat menorobos permukiman warga yang terisolasi akibat bencana longsor.

"Kondisinya sangat lemah karena kelaparan selama berhari-hari, jadi kami terpaksa mengevakuasinya dengan peralatan seadanya. Sebab jika tetap bertahan di sana bisa membahayakan keselamatan jiwanya," kata Akram, relawan Wahdah Islamiah pada Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Di Tengah Cuaca Buruk, Anjik Pelacak Temukan 3 Korban Longsor di Gowa

Nenek Hartati adalah salah satu dari puluhan warga Desa Mangngempang, Kecamatan Bungaya, yang selamat dari bencana longsor. Puluhan warga lainnya dinyatakan hilang.

Meski sebagian warga berhasil selamat, namun ancaman lain tetap menghantui mereka, yakni tidak adanya tenaga medis, serta persiapan makanan yang habis setelah bertahan hidup selama berhari-hari lantaran permukimannya masih terisolasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sama warga lainnya berhasil selamat dan saya bersyukur di sini ada obat dan makanan," kata Hartati yang kini berada di Posko Pengungsian di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju.

Untuk sampai ke titik pengungsian bukanlah hal yang mudah karena harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 8 jam dengan jarak tempuh 6 kilometer dan harus melalui puluhan titik longsor dan 4 sungai dengan arus yang deras

"Ada sekitar 24 titik longsoran yang kami harus lalui dengan kondisi tanah yang labil berlumpur serta hujan deras yang terus mengguyur. Belum lagi arus deras sungai yang kami harus seberangi. Tapi alhamdulillah berkat ketabahan semuanya dapat kami lalui," kata Akram.

Baca juga: Koordinasi Posko Induk Bencana Gowa Amburadul, Data Jumlah Korban Diralat

Bencana longsor di sejumlah titik memicu dibukanya pintu air bendungan Bilibili yang mengakibatkan air Sungai Jeneberang meluap dan menenggelamkan sejumlah permukiman di Kabupaten Gowa, Maros dan Kota Makasaar serta Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto pada Selasa (22/1/2019) lalu. Bencana ini telah memakan puluhan korban jiwa.

Di Kabupaten Gowa sendiri total korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 46 korban. Tim SAR gabungan dibantu TNI dan Polri serta relawan sendiri masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang dalam bencana longsor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.