Kompas.com - 23/01/2019, 13:24 WIB
Keluarga dan Pengurus Ponpes Al Mukmin Ngruki Cemani, Grogol, Sukoharjo menggelar konferensi pers penyambutan Ustaz Abu Bakar Baasyir di Kompleks Ponpes setempat, Rabu (23/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKeluarga dan Pengurus Ponpes Al Mukmin Ngruki Cemani, Grogol, Sukoharjo menggelar konferensi pers penyambutan Ustaz Abu Bakar Baasyir di Kompleks Ponpes setempat, Rabu (23/1/2019).

Ketua Yayasan Ponpes Al Mukmin Ngruki KH Wahyudin menambahkan, proses permohonan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir telah dilakukan sejak lama. Diawali dengan kunjungan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pada Februari 2018 lalu.

"Pada saat itu kami menyampaikan lima poin penting kepada beliau. Pertama sosok Ustaz Abu itu seorang dai, pendakwah, dan juga mualim, sebagai ustaz, guru yang beliau menyampaikan ayat atau hadits apa adanya di hadapan siapapun sama. Saya kenal beliau orang yang ikhlas, lurus itu catatan kami yang kami sampaikan saat itu," katanya.

Kedua, lanjut dia, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir sudah sepuh (tua). Seandainya kalau Abu Bakar Ba'asyir meninggal di tahanan, maka tentu akan menjadi aib, bernilai negatif bagi pemerintah dan juga menyebabkan marahnya sebagian umat Islam.

"Itu dampaknya kalau beliau sampai meninggal di dalam tahanan karena secara akal manusia beliau sudah sepuh dan sakit-sakitan," katanya.

Poin ketiga, seorang pemimpin ketika menentukan satu masalah lebih baik memaafkan dari pada menzalimi. Karena di dalam memaafkan ada pahala, tetapi di dalam menzalimi justru akan meninggalkan dendam.

"Keempat, saya selalu merenung dengan berbagai macam kejadian-kejadian, musibah di negeri ini. Saya khawatir adanya berbagai bencana salah satu sebabnya karena orang-orang baik, dekat dan dicintai oleh Allah, kemudian diperlakukan, dimusuhi," tuturnya.

Baca juga: Baasyir Disebut Tolak Syarat Setia pada Pancasila, Pengacara Bantah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan kelima, kata Wahyudin, pihaknya berharap, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan agar dapat menghabiskan waktu masa tuanya di tengah keluarga di rumah.

"Kasihan sudah sepuh, tidak ada yang melayani, harus di dalam tahanan," katanya.

Sementara itu, putra Abu Bakar Ba'asyir, Muhammad Rosyid Ba'asyir berharap, ayahnya tetap dibebaskan dan dipulangkan kepada keluarga. Sebab berbagai persiapan penyambutan telah dilakukan keluarga dan pondok.

"Kami sudah mengadakan persiapan-persiapan penerimaan kembalinya Ustaz Abu ke keluarga besar kami. Semoga persiapan-persiapan ini tidak terkecewakan dengan apa pun juga," ujarnya.

Dia menambahkan, keluarga telah menyiapkan 1.600 bungkus makanan untuk dibagikan dan dikonsumsi saat penyambutan kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.

"Kalau kemudian beliau tidak datang (pulang) maka terpaksa kami harus mengadakan jalur-jalur lain dan arah-arah lain untuk menerima kebaikan ini," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X