Fakta di Balik Deklarasi "Tandingan" Partai Demokrat di Cirebon, Wali Kota Dianggap Tersesat hingga Komentar Timses Jokowi

Kompas.com - 22/01/2019, 16:09 WIB
Partai Demokrat mendeklarasikan Indonesia Menang di salah satu hotel di jalan Wahidin, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (21/1/2019). Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONPartai Demokrat mendeklarasikan Indonesia Menang di salah satu hotel di jalan Wahidin, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (21/1/2019).

KOMPAS.com - Tak mau kalah dengan sikap politik Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, Partai Demokrat gelar deklarasi "Indonesia Menang" di sebuah hotel di Kota Cirebon.

Deklarasi tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi di Kota Cirebon. Selain itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan, Nasrudin adalah kader yang sedang tersesat.

Berikut ini fakta baru terkait sikap politik Wali Kota Cirebon jelang Pilpres 2019:


1. Deklarasi "Indonesia Menang" di Kota Cirebon

Pasangan Prabowo-Sandiaga saat tiba di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019)KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim Pasangan Prabowo-Sandiaga saat tiba di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019)

Herman Khaeron, Ketua DPP Partai Demokrat, bersama puluhan kader Partai Demokrat di Kota Cirebon menggelar deklarasi "Indonesia Menang" untuk pasangan Prabowo-Sandi.

Deklarasi tersebut sebagi respon dari sikap politik dari kader Partai Demokrat dan sekaligus Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, yang menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf beberapa waktu lalu.

Sejumlah ketua partai koalisi Prabowo-Sandi tingkat kota Cirebon juga tampak hadir dalam acara di sebuah hotel di Jalan Wahidin, Kota Cirebon, Senin (21/1/2019).

Baca Juga: Demokrat Respons Sikap Wali Kota Cirebon, Deklarasikan "Indonesia Menang"

2. Herman: Nasrudin Azis tersesat

Nasrudin Azis kader Partai Demokrat yang juga walikota Cirebon menggunakan jaket hitam (sebelumnya batik) bertulis Jokowi 1 Kali lagi sambil mengacungkan satu jempol pasca deklarasi di salah satu Hotel Cirebon, Sabtu (19/1/2019). Azis didampingi Saan Mustofa Ketua Badan Pemanangan Jokowi – Maruf Jawa Barat dan Edi Suripno Ketua Pemenangan  Kota Cirebon. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Nasrudin Azis kader Partai Demokrat yang juga walikota Cirebon menggunakan jaket hitam (sebelumnya batik) bertulis Jokowi 1 Kali lagi sambil mengacungkan satu jempol pasca deklarasi di salah satu Hotel Cirebon, Sabtu (19/1/2019). Azis didampingi Saan Mustofa Ketua Badan Pemanangan Jokowi – Maruf Jawa Barat dan Edi Suripno Ketua Pemenangan Kota Cirebon.

Herman yang akrab disapa Kang Hero mengatakan, Nasrudin Azis adalah kader Partai Demokrat yang sedang tersesat.

Hero pun tidak habis pikir, Azis yang menurutnya salah satu kader Demokrat terbaik di Cirebon, mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Ma'ruf.

"Yang belok berarti tersesat, mudah-mudahan dia (Azis) kembali ke jalan yang benar," kata Herman saat memberikan pidato di acara deklarasi "Indonesia Menang".

Seperti diketahui, Herman ditugaskan oleh DPP dan Kogasma untuk mendalami kasus tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta dan Hanya Dapat Bunga Kering

Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta dan Hanya Dapat Bunga Kering

Regional
Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gubernur Kalteng Evakuasi Kecelakaan | Dosen Unnes Dibebastugaskan karena Diduga Hina Jokowi

[POPULER NUSANTARA] Gubernur Kalteng Evakuasi Kecelakaan | Dosen Unnes Dibebastugaskan karena Diduga Hina Jokowi

Regional
Kisah Yusuf Pulang dari Wuhan lalu Masuk Karantina Natuna, Takut dan Was-was Saat Wabah Corona Merebak

Kisah Yusuf Pulang dari Wuhan lalu Masuk Karantina Natuna, Takut dan Was-was Saat Wabah Corona Merebak

Regional
7 Fakta di Balik Kasus Bullying Siswi SMP di Purworejo, Berkebutuhan Khusus, Dimintai Uang hingga Pelaku Tak Ditahan

7 Fakta di Balik Kasus Bullying Siswi SMP di Purworejo, Berkebutuhan Khusus, Dimintai Uang hingga Pelaku Tak Ditahan

Regional
Dikepung Banjir dan Longsor, Wisatawan Geopark Ciletuh Terjebak Tidak Bisa Pulang

Dikepung Banjir dan Longsor, Wisatawan Geopark Ciletuh Terjebak Tidak Bisa Pulang

Regional
Longsor Kembali Jebol Rumah Warga Kulon Progo

Longsor Kembali Jebol Rumah Warga Kulon Progo

Regional
Kronologi Keponakan Tembak Paman dengan Senapan Angin hingga Tewas

Kronologi Keponakan Tembak Paman dengan Senapan Angin hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X