Fakta di Balik Deklarasi "Tandingan" Partai Demokrat di Cirebon, Wali Kota Dianggap Tersesat hingga Komentar Timses Jokowi

Kompas.com - 22/01/2019, 16:09 WIB
Herman Khaeron, Ketua DPP Partai Demokrat ditugaskan untuk mendalami kasus Nasrudin Azis, kader yang juga walikota yang mendukung Jokowi-Maruf, Minggu (20/1/2019). Hasil yang didapatkan Herman akan dijadikan bahan majelis pertimbangan pusat untuk bersikap dan memberikan keputusan. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONHerman Khaeron, Ketua DPP Partai Demokrat ditugaskan untuk mendalami kasus Nasrudin Azis, kader yang juga walikota yang mendukung Jokowi-Maruf, Minggu (20/1/2019). Hasil yang didapatkan Herman akan dijadikan bahan majelis pertimbangan pusat untuk bersikap dan memberikan keputusan.

Namun, hingga saat ini dia belum bertemu Azis karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Surabaya.

Dia berharap, pertemuan deklarasi ini merupakan jawaban dari kebimbangan kader di tingkat bawah dan seluruh pihak bahwa Demokrat masih solid dan kuat.

Baca Juga: Kasus Bupati Cirebon, KPK Periksa Satu Dirut Perusahaan

3. Ancaman sanksi dari Partai Demokrat

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon Handarujati Kalamullah menyampaikan, tiket Azis untuk maju dalam kontestasi mulai tahun 2008, tahun 2009, tiket Pilkada Cirebon 2013 dan 2019, semuanya dari Partai Demokrat.

"Hingga hari ini Azis masih menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Kota Cirebon dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Provinsi Jawa Barat. Soal sanksi kami kirimkan ke tingkat pusat," kata Handaru.

Dalam deklarasi itu, Handaru menyampaikan deklarasi Indonesia Menang yang intinya berusaha maksimal untuk berkomitmen dan konsisten memenangkan Partai Demokrat dalam pileg dan Prabowo-Sandi sebagai presiden 2019-2024

Baca Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Cirebon

4. Tanggapan Timses Jokowi 

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Hasto KristiantoKOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Hasto Kristianto

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto menanggapi positif dukungan kader Partai Demokrat yang juga Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis untuk paslon nomor urut 01.

Dilansir dari Tribunnews, Hasto menjelaskan, hal ini membuktikan kepemimpinan Jokowi tak pernah membedakan partai politiknya. Hal itu membuat sejumlah kepala daerah mendukung Jokowi- Ma'ruf Amin di Pilpres 2019, kata Hasto.

"Sebenarnya para kepala daerah mereka merasakan kepemimpinan Pak Jokowi. Sebagai presiden, (Jokowi) tidak pernah beda-bedakan parpol, beda-bedakan rakyatnya," kata Hasto di kantor DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, Minggu (20/1/2019).

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu menyebut sangat penting bagi seorang kepala negara agar tidak bersikap diskriminatif untuk menjaga stabilitas pembangunan negeri.

"Dengan demikian wajar kepala daerah memberikan dukungan kepada pak Jokowi," ungkap Hasto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X