5 Fakta Tawon Ndas, Serangga Mematikan yang Menyerang Klaten

Kompas.com - 12/01/2019, 12:50 WIB
Tawon Vespa Affinis atau Hornet. Tawon Vespa Affinis atau Hornet.

KOMPAS.com - Belum lama ini warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diresahkan dengan keberadaan tawon ndas atau Vespa affinis.

Pasalnya, dalam dua tahun ini sudah ada tujuh orang yang meninggal karena disengat tawon ndas.

Oleh karena itu, warga pun meminta bantuan pihak pemadam kebakaran jika menemukan sarang tawon ndas di sekitar rumah mereka.

Seperti apa tawon ndas? Berikut lima faktanya.

1. Tawon predator

Pakar toksinologi, Dr dr Tri Maharani MSi SPEM mengungkapkan bahwa tawon ndas atau Vespa affinis bukanlah tawon madu, melainkan tawon predator.

Tawon jenis ini memiliki kemampuan untuk memasukkan racunnya ke tubuh manusia. Ada dosis kecil, jika satu-dua tawon yang menyengat, serta dosis tinggi jika tawon yang menyengat berjumlah banyak dan bisa menyebabkan hiperalergi.

Sementara, pakar ilmu serangga dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hari Nugroho mengungkapkan bahwa tawon ndas telah tersebar di Asia tropis, dan bukan jenis baru.

Menurut Hari, tawon ndas memiliki ciri tubuh yang mudah dikenali, yakni ukuran badan agak besar dan panjang sekitar tiga sentimeter, tubuh erwarna hitam dan belang berwarna kuning atau oranye di bagian perut.

Baca juga: Mengenal Tawon Ndas yang Tewaskan 7 Orang di Klaten

2. Sarang bisa mencapai 2 meter

Tawon merupakan hewan koloni yang kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk membuat sarang. Namun, sarang tawon ini dinilai mengganggu warga setempat.

Selain di Klaten, sarang tawon ndas juga dilaporkan ada di Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan juga Sragen.

Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten, Nur Khodik mengatakan bahwa ia telah memusnahkan ratusan sarang tawon ndas. Pada 2017, ada sebanyak 217 sarang dan 207 sarang pada 2018, serta pada 2019 sebanyak 22 sarang.

Tak tanggung-tanggung, sarang tawon ndas diameternya bisa mencapai 2 meter. Sarang ini biasa ditemukan menggantung di pohon, lemari, dan atap rumah.


Page:
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X