Kepala BNPB Sebut Lokasi Longsor Sukabumi Seharusnya Tak Jadi Area Persawahan

Kompas.com - 11/01/2019, 21:34 WIB
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan ketiga) saat meninjau lokasi lonsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOKepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo (kanan ketiga) saat meninjau lokasi lonsor di Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019).


SUKABUMI, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, lokasi longsor di Dusun Cimapag, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, seharusnya tidak menjadi areal persawahan.

"Kalau kita lihat medan yang longsor ini kemiringannya lebih 30 derajat. Harusnya sesuai ketentuan tidak ditanami sayuran atau padi," ungkap Doni, kepada wartawan, di sela peninjauan ke lokasi longsor lereng perbukitan Gunung Sorandil, di Desa Sirnaresmi, Jumat (11/1/2019) sore.

Kunjungan kerja Kepala BNPB yang baru dilantik Rabu (9/1/2019) lalu itu didampingi sejumlah pejabat di antaranya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) Kasbani.

Baca juga: Lagi, Longsor Menimbun Jembatan Kembar Parapat

Namun, lanjut dia, pada kenyataanya, lerengan dengan kemiringan lebih 30 derajat ini tetap dimanfaatkan untuk lahan persawahan. Sehingga, bencana longsor tidak dapat dihindarkan.

"Bila ke depan masih seperti apa yang kita saksikan sekarang maka sangat mungkin terjadi kembali longsor," ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Dia menuturkan, pihaknya menggandeng dan melibatkan semua komponen masyarakat, termasuk para pakar dan para tokoh agama dalam upaya pencegahan bencana.

"Diharapkan mereka ini bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan menanam jenis tanaman yang dapat menimbulkan risiko bencana," tutur dia.

BNPB juga bersama para komunitas sudah menyiapkan 10.000 bibit vetiver (tanaman pencegah erosi). Tanaman ini untuk jangka pendek, bisa membantu risiko mencegah longsor.

"Kemudian ada 2.500 jenis pohon campuran, ada buah dan tanaman keras endemik Jawa Barat. Tanaman buahnya alpukat, sukun, sedangkan tanaman kerasnya manii, rasamala, puspa, damar," kata Doni.

Baca juga: Tak Hanya Logistik, Donasi Korban Longsor di Sukabumi Sebaiknya Juga Uang

Di lokasi bekas permukiman dan areal persawahan di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, mantan Pangdam III/Siliwangi itu juga sempat menanam bibit pohon sukun bersama para pejabat lainnya.

Bencana tanah longsor yang menimbun permukiman Kampung Garehong berdampak pada rusaknya 29 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga berjumlah 100 jiwa.

Bencana yang terjadi pada akhir tahun 2018, ini mengakibatkan 33 orang diduga hilang tertimbun yang di antaranya 32 korban ditemukan dan 1 korban tidak ditemukan, 64 orang berhasil selamat, dan 3 orang cedera berat yang sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakat Setiawan Nekat Mendaki ke Puncak Gunung Merapi Meski Berstatus Level 3, Ini Pengakuannya...

Bakat Setiawan Nekat Mendaki ke Puncak Gunung Merapi Meski Berstatus Level 3, Ini Pengakuannya...

Regional
Buaya Muara Terjebak di Parkiran Pusat Perbelanjaan di Palu

Buaya Muara Terjebak di Parkiran Pusat Perbelanjaan di Palu

Regional
Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Regional
Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Regional
Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Regional
Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Regional
Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Regional
Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Regional
Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Regional
4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X