Fakta Polemik Surat Ombudsman ke Rektor UGM, Dugaan Maladministrasi hingga Tolak Panggilan Paksa

Kompas.com - 05/01/2019, 15:50 WIB
Ilustrasi Thinkstockphotos.comIlustrasi

Keterangan tertulis dari Bagian Humas dan Protokol UGM menyebutkan, surat pemanggilan I dari Ombudsman tertanggal 2 Januari 2019 merujuk pada pasal 31 UU 37 tahun 2008.

"Ombudsman tidak dapat dapat menghadirkan Rektor UGM secara paksa dikarenakan pemeriksaan Ombudsman terhadap dugaan maladministrasi tidak berdasarkan laporan," ujar Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani dalam keterangan tertulis, Jumat (04/01/2018).

Baca Juga: Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi UGM Saat KKN, Kuasa Hukum Pertanyakan Pelapor hingga Ombudsman Panggil Rektor UGM

4. UGM siap kooperatif terkait dugaan maladministrasi

UGM akan bersikap kooperatif untuk memberikan penjelasan terkait dengan dugaan kasus maladministrasi. Sikap itu ditunjukkan dengan selalu berkomunikasi dengan Ombudsman RI.

Permintaan kehadiran Rektor UGM pada tanggal 19 Desember 2018 tidak dapat dipenuhi karena bersamaan dengan Dies Natalis UGM yang mengundang tamu-tamu VIP.

"Pada hari yang sama terdapat agenda penting lainya yang melibatkan tamu VIP dan mitra luar negeri untuk membicarakan pengembangan pendidikan demi masa depan bangsa. Sehingga pertemuan dijadwalkan ulang pada 2 Januari 2019," kata Iva.

Pada tanggal 31 Desember 2018 staf Ombudsman RI datang ke UGM untuk menemui Rektor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Rektor UGM tidak dapat ditemui karena sedang menerima penyerahan dan diskusi hasil Komite Etik. Tanggal tersebut memang bertepatan dengan berakhirnya masa kerja Komite Etik.

Baca Juga: Ini Tanggapan UGM Soal Ombudsman Panggil Rektor 

5. Kuasa hukum: Sanksi untuk HS dianggap terlalu prematur

Kuasa hukum HS, Tommy Susanto saat memberikan penjelasan kepada awak media di Angkringan Radar, Sabtu (29/12/2018). HS adalah terduga pelaku pelecehan seksual kepada salah seorang mahasiswi UGM saat KKN UGM di Pulau Seram, Maluku, pertengahan 2017 lalu. KOMPAS.com/WIJAYA KUSUMA Kuasa hukum HS, Tommy Susanto saat memberikan penjelasan kepada awak media di Angkringan Radar, Sabtu (29/12/2018). HS adalah terduga pelaku pelecehan seksual kepada salah seorang mahasiswi UGM saat KKN UGM di Pulau Seram, Maluku, pertengahan 2017 lalu.

Kuasa hukum terlapor HS, Tommy Susanto, menilai Universitas Gadjah Mada ( UGM) terlalu prematur dalam memberikan sanksi berupa penundaan wisuda.

"Kami juga ingin menyampaikan satu hal yang memberatkan kami, bahwa penyidikan belum selesai tetapi vonis dalam hal ini hukuman moral dan akademisi yang dilakukan oleh UGM itu luar biasa," kata Tommy Susanto saat jumpa pers di Angkringan Radar, Depok, Sleman, Sabtu (29/12/2018).

Saat itu Tommy menyampaikan, terlapor seharusnya sudah selesai akademisnya. Bahkan terlapor juga sudah membayar biaya wisudanya.

"Kami prihatin kenapa pihak UGM terlalu prematur melakukan tindakan. Polisi juga belum menyampaikan apakah ini terbukti P21 atau tidak, kenapa sudah melakukan justifikasi sendiri," tegasnya.

Baca Juga: Terlapor Dugaan Pelecehan di KKN UGM Anggap Kampus Terlalu Prematur Berikan Sanksi

Sumber: KOMPAS.com (Wijaya Kusuma)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terancam Dicopot dan Diduga Mabuk, Fakta Kapolsek Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Warga

Terancam Dicopot dan Diduga Mabuk, Fakta Kapolsek Tabrak Rumah dan Tewaskan 2 Warga

Regional
Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Sebelum Kabur ke Bali, Pasien Positif Corona Ini Sempat Salaman dengan Tetangga saat Lebaran

Regional
3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

3 Jemaah Ponpes di Pandeglang Positif Corona, Pernah Kontak dengan WN Bangladesh

Regional
2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

2 Tenaga Medis di Maluku Dinyatakan Sembuh, 30 Masih Dirawat

Regional
DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

DPRK Bener Meriah Dinilai Terburu-buru Minta Bupati Buat Pengunduran Diri Tertulis

Regional
Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Polda Jateng Dalami Dugaan Mabuk Kapolsek yang Tabrak Rumah di Rembang

Regional
Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Viral, Emak-emak Buka Paksa Gerbang Tempat Wisata Rancabuaya Garut

Regional
Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Kronologi 2 Balita Tewas Mengenaskan di Dalam Mobil yang Terbakar, Ditemukan Usai Api Padam

Regional
Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Satu Pegawai Pabrik Rokok di Madiun Positif Corona, Diduga Tertular Klaster Sampoerna

Regional
2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X