Bobol Konter Hp untuk Bayar Utang Biaya Nikah, Muklis Minta Ampun saat Diciduk

Kompas.com - 03/01/2019, 19:00 WIB
Satreskrim Polres Kudus menunjukkan pelaku pembobol konter saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Kamis (3/1/2018).‎ KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOSatreskrim Polres Kudus menunjukkan pelaku pembobol konter saat gelar perkara di Mapolres Kudus, Kamis (3/1/2018).‎

KUDUS, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kudus, Jawa Tengah, meringkus seorang pelaku pembobolan konter ponsel.

Pelaku, Muklis Mubarok (24), warga Desa Getasrabi, Kecamatan Gebog, Kudus, merengek meminta ampun saat dibekuk di rumahnya.

Dari pengakuan kuli bangunan itu, ia nekat menggasak 11 ponsel pintar dari sebuah konter yang beroperasi di Kudus karena terlitit utang.

Diketahui, Muklis meminjam uang kepada saudaranya Rp 10 juta untuk biaya pernikahannya setahun silam.

"Saya tak enak hati karena sudah lama belum bisa bayar utang kepada saudara. Sepeser pun tak punya uang. Kerja nguli hanya cukup buat makan sehari-hari," kata Muklis di Mapolres Kudus, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pembobol Konter HP Matahari Singosaren Solo, 4 Buron

Muklis menyatroni konter yang ada di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kudus, pada pukul 03.00 WIB dini hari.

Saat itu, Muklis hendak berangkat bekerja ke Semarang mengendarai motor. Namun berhubung ada pembatalan, Muklis yang sudah sampai di Kabupaten Demak akhirnya balik lagi ke rumah.

Sesampainya di Desa Besito, Muklis yang duduk melepas lelas melihat sebuah konter dalam keadaan sepi. Saat itulah muncul niatan jahat Muklis untuk membobol konter.

Muklis pun akhirnya masuk ke konter melalui atap, kemudian menjebol plafon konter.

Dari dalam konter dia menggasak 11 ponsel pintar dari berbagai merek. Saat ditangkap oleh polisi, 4 ponsel pintar yang ia gondol sudah laku terjual. Sementara sisa ponsel pintar hasil curiannya masih tersimpan rapi di rumahnya.

"Saya dapat uang Rp 5,3 juta dari penjualan 4 ponsel pintar. Eh, belum sempat saya cicil utang sudah terlebih dahulu ditangkap polisi. Saya menyesal baru kali ini saya mencuri," tuturnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono menjelaskan, Muklis ditangkap pada 22 Desember 2018 atau 10 hari setelah kejadian. Penangkapan bermula dari laporan korban yang mengaku konternya telah kebobolan.

Baca juga: Densus Tangkap Pemilik Konter Ponsel Terduga Teroris di Probolinggo

 

Menindaklanjuti hal itu, Satreskrim Polres Kudus kemudian melakukan penyelidikan hingga kasus pencurian tersebut terbongkar.

"Pelaku menangis meminta ampun saat kami ringkus di rumahnya. Sebelumnya kami mencurigai pelaku yang menjual ponsel pintar dengan harga miring di Facebook. Dari situlah kami kembangkan. Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X